Home / Berita

Senin, 18 Januari 2021 - 17:58 WIB

3 Tahun Tak Audit , DPMD Minta Inspektorat Turun Tangan di Desa Koititi

340 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 47 Detik


HALSEL – KOMPAS NASONAL | Kasus dugaan tindak pidana kejahatan korupsi Kepala Desa Koititi, Kecamatan Gane Barat, Kabupatrn Halmahera Selatan (Halsel) Musli Marasabessy, masih jadi misterius. Kenapa tidak, laporan pengaduan Bendahara dan BPD Desa Koititi ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Inspektorat dan Bupati Halsel terkesan jalan ditempat.

Atas penyalagunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang dilakukan Musli Marasabessy. Maka Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa meminta Inspektorta Segera melakukan auidit Dana Desa dan Alaokasi Dana Desa di Desa Koititi.

Kepala DPMD Halsel Bustamin Soleman menyampaikan bahwa, penyalagunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang dilaporkan Bendahara dan BPD itu merugikan negara sebesar Rp.567.300.000. Penyelayagunaan itu selama dua tahun anggaran yakni 2019-2020.

Sembari menyampaikan laporan Bendahara Desa dan BPD itu, ternyata kerugian itu belum termasuk laporan anggaran pemberdayaan dan pembinaan selama dua tahun kemarin.

Baca Juga  Danrem 121/Abw pimpin rapat kegiatan Progja tahun 2021.

“Laporan Bendahara Desa dan BPD Desa Koititi atas penyalagunaan DDS dan ADD pada hari Rabu (4/11/20) lalu sebesar Rp 576.300.000. Belum termasuk laporan pemberdayaan dan pembinaan,” ujar Bustamin kepada kompasnasional.com, diruang kerjanya, Rabu (6/01)

Menurutnya selain kasus penyelagunakan, Kades Koititi Musli Marasabesy juga tak pernah bertugas seakan-akan terkesan mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala Desa.

Selaku Kepala DPMD Halsel meminta pihak Inspektorat segera melakukan audit DDS dan ADD Desa Koititi selama 3 tahun (2018-2020).

Bahkan Bustamin juga meminta BPD Desa Koititi dan Cama Gane Barat segera menyerahkan surat rekomendasi pencopotan Musli Marasabesy dari jabatannya sebagai Kades Koititi sehingga DPMD Halsel menindak lanjuti rekomendasi tersebut.

Baca Juga  Berita Psp. Jumlah PAUD Di Kota Psp Jauh Berkurang Selama Pandemi Covid-19

“Saya masih tunggu hasil audit inpektorat dan usulan camat tentang pemberhentian kades,” Ucap Bustamin

Disentil soal tak bertugasnya Musli Marasabesy selama 6 bulan, Bustamin mengaku sudah mengetahui sejak lama, namun selaku orang nomor 1 di DPMD Halsel masih menunggu usulan dari bawa yaitu BPD dan Camat setempat.

“Untuk itu, sesegra mungkin pihak inspektorat melakukan audit ke Desa Koititi dan Camat Segera memberikan surat pengaduan pemberhentian,” tandasnya Lagi

Sekedar diketahui Inspektorat Halsel terkesan tidak berani melakukan audit di Desa Koititi sejak 2018 hingga 2020. Padahal penyelayaguanaan itu sudah jelas dan merugikan negara hingga ratusan juta rupiah. Namun dugaan ada kong kalikong antara Kades Koititi Musli Marasabesy dan oknum Inspektorat Halsel

(Fik)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Penangkapan 3 Terduga Teroris di Kalbar Oleh Densus 88, Salah Satu Dikawal Ketat Kapal Polairud

Berita

Masuk Nominasi Terbaik se Indonesia, YLBH Bhakti Keadilan Terima Penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM RI

Berita

Pelaksanaan Syukuran HUT Satpam ke-40 di Aula Tribrata Polres Melawi*

Berita

Escape to the Caribbean for Stress-Free Holidays

Berita

Jokowi Sebar Dana Kelurahan Rp 3 Triliun Tahun Depan

Berita

Apresiasi Satgas Pamtas Berhasil Gagalkan Narkoba, Pangdam XII/Tpr Bersepeda 310 Kilometer*

Berita

Kota Pontianak Zona Oranye, Edi Pastikan Belajar Tatap Muka Tetap Berlanjut

Berita

Berkat Aplikasi Horas Pateni, “3 Sekawan Pesta Sabu di Dalam Rumah Ditangkap”