Home / Berita

Selasa, 12 Januari 2021 - 14:33 WIB

Alokasi 1, 33 T untuk KSPN Danau Toba ‘Menyasar’ Samosir

53 Views
Terakhir Dibaca:2 Menit, 40 Detik

Samosir – kompasnasional | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp 1,33 triliun untuk memberi dukungan infrastruktur di Danau Toba sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas. Sejumlah dari total anggaran tersebut menyasar ke Kabupaten samosir meliputi Pembangunan Jalan Lingkar Samosir, Jembatan Tano Ponggol, Revitalisasi Danau Toba, Instalasi Pengolahan Air, Sanitasi, dan Penataan Kawasan Tepi Danau Toba.

Tahun 2020 pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur untuk pengembangan KSPN Danau Toba sebesar Rp 1,33 triliun. “Kita sudah survei termasuk kawasan Kaldera. Kita juga sudah programkan pembangunan jalan untuk menarik investor agar wajah kawasan Danau Toba agar lebih tertata.” Sebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya yang diterima Investor Daily, Jumat (18/9).

Kegiatan produksi tenun ulos yang menampilkan kearifan lokal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis domestik dan mancanegara. Kegiatan produksi tenun ulos yang menampilkan kearifan lokal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis domestik dan mancanegara.

Bidang permukiman Kementerian PUPR pada TA 2020 mulai menata Kampung Ulos Huta Raja dan Huta Siallagan di Kabupaten Samosir. Dua desa yang dikenal bukan hanya sebagai pusat tenun, tetapi di kawasan Huta Raja juga terdapat Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga. Adapun pekerjaan yang saat ini sedang on going seperti Pengembangan Kawasan Tano Ponggol. Pengembangan kawasan ini meliputi Pelebaran alur Tano Ponggol dari 25 m menjadi 80 m, pembangunan Jembatan Tano Ponggol sepanjang 450 meter yang menghubungkan daratan Sumatera dan Pulau Samosir, dan Penataan Kawasan Tepi Danau.

Baca Juga  SADIS!!! SUAMI ISTRI DI PUKULI DAN DI PITING DI RUMAHNYA SENDIRI
Panorama kawasan Danau Toba (foto : int/google)

Tahun 2021, Penataan KSPN Danau Toba Ditargetkan Rampung

Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional ( KSPN) Danau Toba rampung pada 2021, termasuk empat KSPN lainnya yakni Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, dan Manado-Bitung-Likupang.

Seperti diberitakan media online kompas.com beberapa waktu lalu. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan penataan lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional ( KSPN) rampung pada 2021 mendatang. Kelima KSPN tersebut adalah Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, Danau Toba, dan Manado-Bitung-Likupang. “2021 selesai, kalau 2021 pasti selesai,” kata Basuki, Jumat (13/11/2020).

Baca Juga  Pemkot Bogor Bicara soal Aktivasi Sekolah di New Normal, Begini Konsepnya

Basuki mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

Panorama alam kawasan danau Toba. (foto : int/google)

Kawasan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap Danau Toba. Selain menetapkannya sebagai destinasi wisata super prioritas, pemerintah pusat juga telah menggelontorkan anggaran untuk pembangunan kawasan Danau Toba.

“Kalau hanya Pemprov Sumut dengan APBD yang ada, tidak mungkin secara meluas pembangunan dilakukan.” Demikian Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah usai menghadiri rapat percepatan destinasi pariwisata super prioritas Danau Toba yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Kabupaten Toba, baru-baru ini.

Musa mengatakan, penetapan Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas sangat menguntungkan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Dengan semakin banyak wisatawan yang datang, pendapatan asli daerah (PAD) akan bertambah sehingga ekonomi terbangun.

Musa mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) juga sangat diperlukan dalam mendukung wisata Danau Toba. Misalnya seperti pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK) sesuai potensi daerah. “Kalau di sini SMK wisata, kalau pertanian SMK pertanian,” ucap Musa.  (int/mangapul sinaga)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Perayaan Cap Go Meh di Padang Memukau Warga

Berita

Istri Penyebab Tewasnya Satu Keluarga di Tanggerang

Berita

Plt. BUPATI HUMBAHAS IKUTI UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA

Asahan

Balita Penderita Gizi Buruk Butuh Perawatan

Berita

Pemuda 23 Tahun Buka Sekolah Pelayaran Palsu di Medan, Segini Jumlah Korbannya

Berita

Menterengnya Pengusaha Travel Pamer Mobil Mewah dari Hasil Penipuan 12 Ribu Jemaah

Berita

Cegah Penyakit, Balaroa dan Petobo Disemprot Disinfektan Pakai Heli

Berita

Asyik Nyabu di Toilet Hotel, Juru Parkir di Solo Diringkus