Home / Berita

Selasa, 20 Oktober 2020 - 21:40 WIB

Antisipasi Masuknya Faham Radikal Anti Pancasila, Dirbinmas Polda Kalteng Gelar FGD Dengan Komunitas dan Organisasi di Palangka Raya.

119 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

Kompas nasional. com. Palangka Raya .
Upaya penegakan hukum dan penanggulangan masuknya paham radikal dan faham anti Pancasila, yang terus dilakukan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Direktur Bimbingan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Kalteng , menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertempat di sebuah Hotel, yang ada di Kota Palangka Raya, Selasa (20/10/2020).

Dalam pelaksanaanya, Direktorat Binmas Polda Kalteng , mengajak Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, serta para Influencer se Kalimantan Tengah ,dan komponen lainnya serta Para Kasatbinmas seluruh Polres , untuk memahami bahaya masuknya faham radikal di Bumi Tambun Bungai, Kalimantan Tengah.

Pada kesempatan kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman tentang kasus radikalisme dan terorisme yang kerap terjadi, dengan menjadi pionir (agent of change) dalam upaya memberantasnya.

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Dr. Dedi Prasetyo melalui Dirbinmas Kombes Pol Ebet Gunandar menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kegiatan Focus Group Discussion ini merupakan sarana untuk saling bertukar informasi, tentang radikalisme dan terorisme, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai sesuai dengan keyakinan atau kepercayaan yang dianut dalam kerangka kebhinekaan, agar terjalin hubungan yang harmonis.

Baca Juga  192 Peserta Jalani Tes Uji Kompetensi Seleksi Capim KPK

“Beberapa tahun belakangan ini, kita dihebohkan dengan adanya penyerangan terhadap Aparat dan Kantor Kepolisian, kelompok-kelompok dan tokoh masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, Peristiwa ini menambah daftar panjang rangkaian peristiwa radikalisme di negara kita, namun sangat disayangkan, sebagian sikap masyarakat indonesia menanggapi paham terorisme ini dengan pasif” ujar Kombes Pol Ebet Gunandar.

Menyikapi hal tersebut, dirinya menjelaskan untuk menghadapi kasus-kasus seperti ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

Baca Juga  Masyarakat Mengeluh Gara-Gara Jaringan Telkomsel Sering Rusak,Aktivis Agara Unjuk Rasa di DPRK Aceh Tenggara

“Ada berbagaimacam strategi yang bisa silakukan, seperti mengoptimalkan peran komunitas Influencer dalam mencegah radikalisme dan anti Pancasila di lingkungan maayarakat serta dilingkungan pendidikan” jelasnya.

Selain itu juga dikatakan, peran komunitas ini juga diharapkan ikut aktif dalam pengawasan , sehingga jika didalam lingkungannya terdapat hal-hal yang mencurigakan, terkait penyebaran virus radikalisme segera melaporkannya ke pihak yang memiliki wewenang seperti tokoh masyarkat dan tokoh agama agar bisa diantisipasi.

“Mari kita semua memahami paham radikal yang sudah menjadi ancaman bagi negara kita. saya berharap agar focus group discussion ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi secara serius sehingga tujuan focus group discussion ini dapat tercapai” tutup Dirbinmas Polda Kalteng.

Penulis: Rahman.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

PEMPROV KALBAR GELAR NOTA KESEPAKATAN TENTANG HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DENGAN KEMENKUMHAM

Berita

Intensifkan Tes Rapid Antigen di Pintu Masuk Batas Kota Pontianak

Berita

Sihar Pamit Pulang ke Jakarta

Berita

Plt.Sekdaprovsu Gunakan Dana Desa untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Berita

Berkeliaran Sendirian,Anak 5 Tahun Diamankan Polsek Helvetia

Berita

Nuansa Ramadhan, PAC-LMPI Siantar Timur Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Panti Asuhan Putri Aisyiyah

Berita

Mematahkan Asumsi Ahli IT ITB Dikeroyok Terkait Kasus Rizieq

Berita

Ketua MUI Kecam Tindakan intimidasi Kelompok 2019GantiPresiden di Car Free Day