Home / Berita / Ekonomi / Headline News / Nasional

Jumat, 28 Februari 2020 - 18:44 WIB

Banjir Jakarta Bikin Perputaran Uang Rp 57 M per Hari di Pusat Bisnis Terhenti

Mobil derek Dishub melewati banjir di Kelapa Gading. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

Mobil derek Dishub melewati banjir di Kelapa Gading. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

34 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

 Berbagai wilayah di DKI Jakarta terendam banjir pada Selasa, (25/2) karena hujan deras yang mengguyur ibu kota. Dari rentetan banjir sejak awal tahun, baru kemarin banjir besar terjadi di hari kerja. Banjir di hari kerja tersebut juga membuat toko-toko tutup. Sehingga transaksi keuangan di pusat-pusat bisnis terganggu. “Total kerugian transaksi pusat bisnis lebih kurang segini cukup relatif kecil Rp 57 miliar, tidak besar dampaknya ke inflasi,” kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sarman Simanjorang di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (28/2). Sarman menjelaskan, total kerugian tersebut hanya di satu bidang saja, belum termasuk sektor lain seperti transportasi. Angka Rp 57 miliar itu terbagi dari sektor bisnis seperti kios, toko ritel, pasar tradisional, sampai restoran. Sarman mencontohkan di bidang restoran ada sekitar 3.957 outlet restoran di DKI Jakarta dengan penurunan omzet rata-rata 50 persen. Apabila transaksi keuangan setiap restoran minimal Rp 1 juta atau omzet Rp 1 juta, maka total taksiran kerugian transaksi di restoran saat sehari banjir mencapai Rp 1,978 miliar.  “Di pasar tradisonal ada 20 pasar tradisional terdampak dengan 5.000 kios, pasar tradisional itu tutup 50 persen. Tapi beda dengan yang (banjir) tanggal 1 Januari banyak juga yang korban karena enggak ada antisipasi tapi kemarin praktis enggak. Dari transaksi menurun,” ungkap Sarman. Lebih lanjut, Sarman mengakui memang banyak sektor yang terdampak karena adanya banjir di hari aktif kemarin. Masyarakat yang semula ingin beraktivitas keluar rumah harus batal. Sehingga secara tidak langsung juga mempengaruhi perputaran uang di hari itu. “Kalau banjir di Jakarta gigit jari langsung. Secara psikologis enggak keluar rumah, mau makan siang ke restoran udah enggak jadi, jadi di rumah aja deh. Jadi berdampak juga, walaupun rumah tidak kena banjir tapi kena macet di mana-mana malas keluar rumah,” tutur Sarman.(Kumparan/aw)

Baca Juga  Tengku Erry Sampaikan Kondisi Sumut saat Wapres JK Transit di Bandara Kualanamu

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jokowi: Eksekusi 11 Perusahaan Perusak Lingkungan Masih Berjalan

Berita

Di Jenewa, RI Usulkan 3 Langkah untuk Perdamaian di Afghanistan

Berita

Disangka muslim, rumah keluarga asal Sri Lanka ini dirusak

Berita

Hari ke-5 Pascatsunami, Kondisi Kalianda dan Rajabasa Berangsur Pulih

Berita

3 Mantan Pejabat Bank Mandiri Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pemberian Kredit

Berita

Polri Terima Red Notice Terkait Kasus Alum Bocah Argentina

Berita

Miris… Dua Sejoli Ini Bakar diri Bersama
Kuartal I, Pendapatan Negara Rendah, Belanja Lebih Boros-KompasNasional

Ekonomi

Kuartal I, Pendapatan Negara Rendah, Belanja Lebih Boros