Home / Ekonomi

Selasa, 26 Januari 2021 - 18:37 WIB

Banyak Milenial Minum Jamu Jadi Alasan Combiphar Akuisisi Air Mancur Grup

199 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 13 Detik

Kompasnasional l Akuisisi Air Mancur Grup akan semakin memperkuat portofolio Combiphar di area pengobatan kesehatan preventif. Kehadiran lini produk Air Mancur diharapkan dapat menopang pertumbuhan bisnis Combiphar ke depan.

Presiden Direktur Combiphar, Michael Wanandi, mengungkapkan beberapa alasan akuisisi tersebut. Salah satunya, Combiphar melihat potensi dan peluang di pasar jamu, khususnya di kalangan anak muda.

“Dari sisi produk, kita belum ada pilar obat tradisional, jadi kita ambil keputusan untuk mengambil alih Air Mancur. Jamu banyak dikenal di kalangan middle low, tapi akhir-akhir ini yang minum juga lebih banyak, termasuk dari kalangan milenial,” kata Michael dalam konferensi pers virtual pada Selasa (26/1/2021).

Baca Juga  Perbankan Masih Sulit Tingkatkan Kualitas Kredit

Target besar dari akuisisi ini yaitu memperkuat strategi Combiphar ke depan sebagai perusahaan nasional. Selain itu juga terus memperluas pasarnya ke pasar internasional.

Diungkapkan Michael, Combiphar bukan satu-satunya perusahaan yang ditawarkan untuk mengakuisisi Air Mancur. Combiphar, katanya, bersaing dengan sejumlah perusahaan nasional dan dari luar negeri.

“Kami diberikan kesempatan, karena pemiliknya ingin menjual. PT Jamu Air Mancur adalah perusahaan yang sangat dikenal di masyarakat, jadi sayang kalau sampai dimiliki oleh orang asing. Ini adalah heritage Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga  Grab Didenda Rp30 Miliar, Hotman Paris Angkat Suara

Combiphar bersama tim Air Mancur berkomitmen memperkuat kualitas produk mereka. Selain itu juga akan menghadirkan berbagai produk baru jamu yang modern.

“Air Mancur juga ingin meluncurkan produk-produk baru, modern, inovatif untuk konsumen. Untuk itu, tentunya kami akan melalui beberapa proses ada riset dan penelitiannya, agar Air Mancur bisa meluncurkan produk yang tepat,” tutur GM Marketing Combiphar, Prima Sukma Kurniawan.(L6/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Dalam 6 Bulan, Uber Telan Kerugian Rp 16,7 Triliun

Ekonomi

Kebohongan Pemerintah Soal Buruh China di Indonesia Terungkap, Ini Faktanya

Ekonomi

Ruben Onsu Tetap Gunakan Nama Geprek Bensu, Ini Tanggapan Pihak Benny Sujono

Ekonomi

Bos BRI Sebut Bank dengan Likuiditas Sehat Pasti Salurkan Kredit

Berita

Plt.Sekdaprovsu Gunakan Dana Desa untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Ekonomi

Bank Kota Bogor Permudah Transaksi selama Pandemi

Berita

5 Lukisan ‘Tak Jelas’ Ini Dijual Miliaran, Bahkan Hingga Triliunan Rupiah!

Berita

Untuk Hunian DP Nol Rupiah, Anies Baswedan: Ini Harga Tipe 21