Bule Berjemur Pakai Bikini Jadi Polemik di Padang-kompasnasional

Padang – Kompasnasional.com

Bule berjemur menggunakan bikini menjadi polemik di Padang, Sumatera Barat. Namun, anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Zulhardi Z Latif menilai seharusnya tidak ada persoalan dengan kejadian itu.

Sebelumnya Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang, Medi Iswandi sempat memperingatkan kepada enam wisatawan yang berjemur menggunakan bikini di salah satu pantai di Padang, Minggu (10/7) kemarin.

Menurut Medi, awalnya ada enam bule dari Inggris dan Belanda yang berjemur di pantai. Pihaknya pun langsung menemui wisatawan tersebut dan memberikan pengertian bahwa kultur masyarakat Padang tetap menggunakan kain saat di pantai dan mereka menerima dengan baik.

“Harus dilihat dari berbagai sisi. Itu kan bule, bukan masyarakat setempat. Selama bukan masyarakat, tentu harusnya tidak jadi persoalan,” kata Zulhardi, Senin (11/07/2016).

Menurutnya, Kota Padang harus belajar dari Nusa Tenggara Barat (NTB) tekait hal itu karena NTB juga mayoritas Islam, bahkan disebut kota seribu masjid, namun masyarakatnya tidak terpengaruh hanya karena bule berjemur dengan bikini.

“Di NTB ini tidak dipermasalahkan. Masyarakatnya tetap meramaikan masjid walaupun bule atau orang asing ramai pula di sana,” ujarnya.

Hal itu perlu dipelajari oleh Padang dan masyarakatnya jika memang ingin memajukan bidang pariwisata di daerah itu karena bahkan di NTB, 75 persen Pendapatan Asli Daerah berasal dari pariwisata.

“Hendaknya kita tidak munafik. Agama kan tidak sama. Tidak jadi persoalan selama hal itu tidak kita yang melakukan,” tegasnya.

Ia mengatakan, tidak mungkin memaksa orang asing untuk menggunakan jilbab di Padang karena malah akan membuat mereka tidak lagi berkunjung ke daerah itu.

Yang terpenting, kata dia, masyarakat setempat tetap berpegang pada Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dan tidak meniru tindakan tersebut.

Terkait pengaruh bule berjemur menggunakan bikini terhadap anak-anak, ia mengatakan hal itu tergantung didikan dari orangtua mereka yang mendampingi saat liburan di pantai.

“Jika iman dan takwa anak sudah dibekali dengan baik, mereka tidak akan terpengaruh. Karena bahkan lebih berbahaya penggunaan internet yang bebas,” jelasnya.(kn/rn)