Home / Ekonomi

Kamis, 4 Februari 2021 - 12:26 WIB

Buwas Sebut Ada Lingkaran Setan yang Bikin Harga Kedelai Mahal

67 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompasnasional l Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, mahalnya harga kedelai saat ini disebabkan oleh lingkaran setan, yaitu praktik kartel serta birokrasi yang terlalu panjang.

Menurut dia, akar persoalan kenaikan harga kedelai bukanlah masalah kekurangan pasokan atau keterbatasan produksi luar negeri. Tetapi akibat adanya praktik kartel dari importir kedelai.

“Sehingga kalau bicara bagaimana masalah jagung, bagaimana kedelai, ya itu akar masalahnya, makanya ada lingkaran setan, ini yang sulit kita basmi kecuali bersama sama,” ungkap pria yang akrab disapa Buwas itu dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/2/2020).

Dia mengatakan, harga pangan impor sebetulnya murah, seperti kedelai, jagung, bawang putih, hingga daging. Namun menjadi mahal saat sampai di tangan konsumen karena distribusinya yang berlapis-lapis.

Baca Juga  Pemulangan Ratusan Ribu Pengungsi Rohingya Dipastikan Tertunda

Setiap berpindah dari satu pihak ke pihak lainnya maka akan ada pungutan biaya, sehingga ongkos pengirimannya menjadi mahal. Kemudian biaya itu akhirnya dibebankan kepada konsumen.

“Akar masalahnya karena kartel terlalu banyak, birokrasi terlalu panjang. Satu ke satu semua pakai biaya. Nah ini yang kita istilahkan wujud korupsi sebenarnya,” katanya.

“Tapi hasil atau beban korupsi itu dibebankan ke masyarakat yaitu konsumen. Dari harga Rp 7.000 dijual Rp 12.000, selisih Rp 5.000, yang Rp 5.000 ini dibebankan ke konsumen, padahal yang menikmati oknum-oknum tertentu,” lanjut Buwas.

Baca Juga  Gaji Karyawan Pabrik Roti Garden akan Sesuai UMK

Menurut dia, Bulog sebenarnya punya tugas untuk menjaga ketersedian dan stabilisasi harga kedelai, selain beras dan jagung. Ini sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum Bulog Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional.

Namun demikian, hingga saat ini ia mengaku Bulog tak bisa menjalankan tugas tersebut, khususnya dalam hal impor kedelai. Padahal, seringkali perajin tahu dan tempe menanyakan perihal importasi kedelai kepada Bulog.

Buwas menyebutkan, para perajin menginginkan Bulog yang melakukan importasi kedelai, bukan oleh importir swasta. Sehingga diharapkan Bulog dapat menjamin ketersediaan kedelai dan stabilisasi harganya.(K/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Petani Tembakau Dinilai Paling Susah Sejahtera

Ekonomi

Sri Mulyani Tetap Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2017 Capai 5 Persen

Berita

Senin, pembeli e-money di gerbang tol cukup bayar sebesar saldo di kartu

Ekonomi

Deklarasi Harta Tax Amnesty Rp 4.000 T, Bukti Rakyat Tak Taat Pajak
Pertumbuhan Ekonomi Tetap, Defisit Anggaran Melebar-Detikasia

Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Tetap, Defisit Anggaran Melebar

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok Di Bawah USD 45 Per Barel

Ekonomi

Pertamina Segera Luncurkan Varian Solar Baru

Ekonomi

Porang Jadi Primadona di Sulbar