Home / Politik

Sabtu, 5 Desember 2020 - 14:45 WIB

Calon Gubernur Sumbar dari Demokrat Jadi Tersangka Pilkada 2020

158 Views
Terakhir Dibaca:47 Detik

Kompasnasional l CALON Gubernur Sumatra Barat, Mulyadi, ditetapkan Bareskrim Polri sebagai tersangka terkait kampanye di luar jadwal. Mulyadi yang diusung Partai Demokrat ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (4/12).Mulyadi pun terjerat dalam tindak pidana pemilihan. “Kaitannya kampanye di luar jadwal kampanye,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Jayadi kepada Media Indonesia, Sabtu (5/12). Andi menjelaskan, Mulyadi sejatinya baru diperiksa sebagai saksi oleh penyidik setelah panggilan kedua. “Pada saat selesai pemeriksaan, kan dikoreksi tuh. Besoknya dilanjutkan, ternyata besoknya ia tidak datang-datang,” ungkap Andi. Menurut Andi, penetapan Mulyadi sebagai tersangka telah menggugurkan dirinya sebagai calon. “Karena ini tindak pidana pilihan,” tegasnya.Andi mengaku telah memeriksa saksi, ahli dan alat bukti lain. “Rencana dipanggil kembali untuk pemeriksaan di Bareskrim sebagai tersangka pada Senin (7/12),” pungkasnya.Mulyadi dipersangkakan terkait tindak pidana pemilihan yaitu kampanye di luar jadwal sesuai dengan Pasal 187 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2020. (MI/Red)

Baca Juga  SBY Sebut ‘Tuhan Tidak Suka’, Teddy Gusnaidi: Dia Jadi Juru Bicara Tuhan!
0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Relawan Pendukung Ganjar Capres 2024 Deklarasi di Yogyakarta

Politik

Ibas Banggakan Kondisi Ekonomi Era SBY, Golkar: Pernyataannya Terkesan Seperti Kurang Wawasan

Politik

Hasil Pilkada Medan, Bobby-Aulia Unggul Versi Hitung Cepat di 2 Lembaga Survei

Politik

Irma NasDem soal Sandiaga: Percuma Berdarah-darah di Pilpres

Berita

Politik

PDIP Ingin Pilkada Serentak Digelar 2024, Pengamat: Anies Kehilangan Panggung

Berita

KPU Tetapkan Wagner – Abidiansyah Memenuhi Syarat Jadi Paslon Pilkada Simalungun

Politik

Benny Wenda Deklarasi Merdeka: Tanah Papua Kami Rebut Kembali CNN Indonesia