Home / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Senin, 8 Mei 2017 - 15:15 WIB

Demi BBM Satu Harga, Pertamina Nombok Rp 2 Triliun per Tahun

41 Views
Terakhir Dibaca:46 Detik

kompasnasional.com – Presiden Joko Widodo menugaskan PT Pertamina menyamaratakan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia hingga 2019. Guna merealisasikan hal itu, perusahaan energi pelat merah tersebut terpaksa kudu menanggung biaya distribusi bahan bakar fosil tersebut.

Celakanya, biaya distribusi membengkak lantaran keterbatasan infrastruktur.

“Ngangkutnya sulit, ada yang pakai pesawat khusus. Ongkosnya saja misalnya ke perbatasan Kalimantan itu mencapai Rp 38 ribu per liter,” kata Direktur Pengolahan Pertamina Toharso saat media gathering, Jakarta, Senin (8/5).

Secara keseluruhan, Pertamina harus menanggung biaya distribusi sekitar Rp 2 triliun per tahun. Biaya tersebut menggerogoti keuntungan Pertamina lantaran tak lagi dimasukkan sebagai komponen pembentuk harga BBM.

“Ini uangnya Pertamina bukan subsidi. Otomatis akan menggerus laba,” katanya.

Menurutnya, Pertamina harus menyetarakan harga BBM di 145 daerah di Indonesia. Salah satu kendala, Pertamina kesulitan mencari mitra untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah terpencil

“Mungkin, pada 2019, BBM satu harga di semua daerah (mdk|dwk)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Diduga Langgar Visa, Saksi Kubu Jessica Diperiksa Imigrasi Jakpus

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Harta Labora Sitorus Mendadak Raib Saat Hendak Disita

Daerah

PELANTIKAN DPC KWRI SAMOSIR BERJALAN SUKSES

Kriminal

3.000 Halaman Nota Pembelaan Jessica Dibuat Dalam Lima Hari

Berita

Sentra Pasar Ikan Modern Segera Dibangun di Medan Tanpa APBD

Berita

DPO Judi Mellenium Zone Adalah RH Bos Pemasok Terbesar Obat Kuat Antar Negara

Berita

Tiba-Tiba Ada yang Tak Biasa Saat Jembatan di Tol BSD Roboh, Ini Kata Sopir Truk

Berita

Anggota DPRD Sumut Dapil X Kunker ke Kota Pematangsiantar

Nasional

Tepatkah Presiden Jokowi Copot Mendikbud Anies Baswedan?
loading...
loading...