Home / Ekonomi

Senin, 4 Januari 2021 - 17:52 WIB

Fintech Jack Ma Dijegal, China Banyak Belajar dari Raksasa Amerika

142 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional l Miliarder Jack Ma, melalu perusahaannya Ant Group telah dijegal untuk meraksasa. Sebagaimana diketahui, IPO perusahaannya Ant Financial, fintech milik Jack Ma telah dihentikan.

Hal ini karena pemerintah China dinilai tak ingin perusahaan teknologi di negaranya menjadi sangat meraksasa seperti di Amerika Serikat (AS).

Beberapa waktu lalu, Jack Ma bahkan mengkritik terang-terangan regulasi keuangan China hingga membuat pemerintah China bertindak. Alhasil, berbagai regulasi baru pun diterapkan, bahkan China mengeluarkan mata uang digital yuan.

Dilansir dari Asia Times di Jakarta, Jumat (11/12/2020) China telah menyadari bahwa upaya memperlonggar regulasi dan membiarkan kompetisi tanpa banyaknya aturan akan membuat raksasa teknologi tersebut terlalu berkuasa hingga mendominasi. Mereka tak ingin terjebak seperti Amerika.

Baca Juga  8 Aplikasi Trading Terbaik 2020, Uangmu Bakal Beranak Pinak

25 tahun yang lalu, perusahaan teknologi Amerika mengambil risiko dan merusak model bisnis yang sudah ada.

Saat ini, mereka adalah layanan publik yang baru, meraih pendapatan dari monopoli mereka dengan mengontrol pasar.

China ingin menghindari jebakan Amerika,” ujar pakar ekonomi David Goldman.

Seperti Apple di Amerika, Apple sangat kaya dengan uang tunai bahkan telah membeli kembali USD327 miliar sahamnya sejak tahun 2012. Itulah mengapa harga sahamnya naik 82% dalam enam tahun terakhir meskipun pendapatan operasinya hampir tidak berubah.

Baca Juga  Terlalu Andalkan Minyak, Kuwait Kehabisan Uang dan Tak Mampu Bayar Gaji PNS

Lalu, Facebook, Google ataupun Amazon begitu menguasai pasar di AS. Bahkan, 70 persen dari semua pendapatan iklan digital, masuk ke Facebook dan Google, yang melumpuhkan media independen Amerika untuk mendapatkan pendapatan iklan.

Alhasil, kini Facebook dan Google telah digugat oleh regulator karena dianggap menyalahgunakan posisi dominan untuk menekan para kompetitor yang lebih kecil.

Perusahaan teknologi China pun sudah sangat powerful. Alibaba dan JD.com menguasai 75% e-commerce. WeChat milik Tencent menangani 60% dari seluruh pembayaran di China,” ucap Jean Dominique Seval, direktur Soon Consulting. (WE/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Singapura Kini Resesi karena Corona, Terburuk Sejak 1965

Berita

Sudirman Said: Impor Beras Bukan Solusi
Buruan Daftar! Kartu Pra Kerja Resmi Dibuka

Berita

Buruan Daftar! Kartu Pra Kerja Resmi Dibuka

Ekonomi

Pedagang dan Pembeli Harus Tahu! Mulai 1 Juli 2020, Jual Beli Online Akan Kena Pajak 10 Persen, Tarif Barang dan Jasa Dipastikan Akan Naik

Berita

Advokat Tatang SH : “Kepengurusan GPEI Benny Soetrisno Yang Sah”

Berita

Independensi DPR jadi Sorotan dalam Pemilihan Gubernur BI

Berita

Salah Satu SMK di Halsel Terapkan Holtikultura, Ubah Semak Belukar Jadi Taman Sayur

Ekonomi

Di Depan Petani, Mentan Amran Curhat Sudah Pecat 70 PNS Nakal