Home / Ekonomi

Senin, 1 Maret 2021 - 11:19 WIB

Hati-hati Ahok saat Singgung Nabi Muhammad

71 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional l Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menyinggung ajaran Islam. Namun kali ini, Ahok lebih berhati-hati dalam mengungkap maksud yang ingin disampaikannya.

Hal ini terjadi ketika Ahok berbicara dalam acara Milad ke-9 Pesantren Motivasi Indonesia yang digelar secara virtual, Minggu (28/2).

Awalnya Ahok memberikan pandangannya mengenai kemandirian ekonomi di pesantren. Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, pesantren harus bisa seperti Nabi Muhammad SAW yang tak hanya berdakwah, namun juga berdagang.

Kendati begitu, Ahok langsung buru-buru meminta agar pesannya tidak disalahartikan karena menyinggung soal Nabi Muhammad.

“Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu bukan cuma dakwah ya, tapi juga dagang. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti, ini nanti salah menafsirkan dan ribut lagi. Ini saya mohon-mohon maaf ini. Saya bikin disclaimer dulu ini,” kata Ahok.

Baca Juga  Bank Banten rombak susunan direksi dan komisaris

Penggambaran ini, kata Ahok, bertujuan mengingatkan para pesantren agar bisa mencapai kemandirian ekonomi. Menurutnya, seperti yang publik ketahui pesantren umumnya tak memiliki sumber penghasilan tetap.

Berdasarkan pepatah China yang dipegang Ahok, setiap hal harus mempunyai ‘sumurnya’ sendiri, termasuk pesantren. Dengan begitu, pesantren tak hanya bergantung pada sumber dana yang diberikan pihak lain dan tercapailah target kemandirian ekonomi tersebut.

“Itu yang harus dipikirkan, bagaimana dia bisa mendapatkan suatu penghasilan sendiri, yang sumurnya bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Labuhanbatu Minta Seluruh Usulan Pembangunan di Desa dan Kecamatan Jadi Prioritas

Untuk mempunyai sumur sendiri dan mencapai kemandirian ekonomi, Ahok menilai pesantren harus bisa memanfaatkan teknologi. Begitu juga dengan komunikasi dan jaringan yang besar.

Ia mengatakan masukan ini didapatnya dari hasil berkenalan dengan seorang kiai yang merupakan lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Tanpa menyebutkan nama, ia mengaku kiai itu merupakan kenalannya dari almarhum Saefullah yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta pada era kepemimpinannya dulu.

“Jadi para santri dilatih bisnis, bukan hanya dilatih kerja, dilatih berbahasa Inggris dengan baik juga, mengerti tentang saham,” katanya.

Kala itu, Ahok menyitir Surat Al-Maidah 51 terkait dengan pemilihan umum. Ahok divonis 2 tahun penjara.(CNNI/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Masuk Daftar Panama Papers, Ini Kata Rosan Roeslani dan Erwin Aksa-KompasNasional

Ekonomi

China Tutup Akses Informasi soal ‘Panama Papers’
Kuartal I, Pendapatan Negara Rendah, Belanja Lebih Boros-KompasNasional

Ekonomi

Kuartal I, Pendapatan Negara Rendah, Belanja Lebih Boros
Ket/Fot: Tengah baju kuning Vice President Lions Club Golden Estate Lion Tan A Lie dan Lion Agustina, didampingi Bupati Asahan Surya, B.Sc, Kepala dinas Kesbang Sorimuda Siregar, Bapak kepala dinas dinkes dr aris, Camat kisaran Barat Agus jaka ginting dan Sekretaris PKK Nora.

Asahan

Bupati Asahan Berterima Kasih atas kepedulian Lions Club Golden Estate dalam kesehatan warga Kisaran

Berita

Nasib Teguh Syahputra Ginting Selain Tegan Kiri Diamputasi Asuransi, JKK dan Santunan Cacat Tetap Belum Dibayar PT ABPU

Berita

HUT Kota Medan Ke-428, KAI Diskon Harga Tiket

Berita

Menkeu Sri Mulyani janjikan jaga APBN 2018 dari pemborosan dan korupsi

Ekonomi

Berusia 44 tahun, inilah profil orang terkaya termuda Indonesia 2020 versi Forbes

Berita

Aturan relaksasi ekspor Jokowi matikan 11 perusahaan tambang