Home / Berita / Reviews

Selasa, 19 April 2016 - 12:40 WIB

Hati-hati, Barang Bermerek Ini Paling Banyak Dipalsukan

38 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) melaporkan industri barang palsu dunia saat ini telah mencapai nilai USD 461 miliar atau setara Rp . Angka ini meningkat menjadi 2,5 persen dari total perdagangan dunia pada 2013 dari posisi 1,9 persen di 2008.

“Angka ini setara dengan perekonomian Austria,” tulis laporan tersebut dilansir dari CNN Money, Selasa (19/4).

Barang-barang yang sering dipalsukan tercatat antara lain jam tangan merek Rolex, peralatan olahraga Nike, kacamata Rayban, dan produk fesyen Louis Vuitton.

Produk alas kaki menempati peringkat teratas sebagai barang yang paling banyak dipalsukan. Diikuti peringkat dibawahnya yakni pakaian, barang-barang kulit, dan perangkat elektronik.

OECD menyatakan China sebagai negara pembuat barang palsu terbanyak. Di mana 5 persen dari total impor Eropa merupakan produk palsu China.

“Anda mungkin tidak tahu bahayanya saat membeli barang palsu, namun, kenyataannya tindakan ini menghancurkan proses inovasi dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Lebih jauh, pembelian barang palsu seperti produk kesehatan dan mainan anak juga membahayakan kesehatan dan keamanan manusia.

Bagaimana di Indonesia?

Dari catatan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), pada akhir 2014 nilai kerugian akibat barang palsu mencapai Rp 65,1 triliun. Angka ini naik tajam sekitar 50 persen dibanding 2010, di mana kerugian Indonesia akibat barang palsu hanya Rp 43,2 triliun.

Dari survei MIAP, tujuh jenis barang palsu yang paling banyak beredar adalah tinta printer, pakaian, produk dari kulit, peranti lunak, kosmetik, makanan dan minuman, serta produk farmasi.

Bahkan Menteri Perdagangan saat itu, Rachmat Gobel, mengakui saat ini banyak barang palsu kualitas rendah atau biasa disebut KW beredar di pasaran. Setidaknya, 40 persen produk yang ada di pasar Indonesia diisi oleh produk KW.

“40 persen produk di Indonesia itu KW,” ujar Rachmat di Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Mencari akar masalah keberadaan barang palsu di Indonesia seperti tebak tebakan ayam dan telur. Banyaknya konsumen di Indonesia menjadi penyebab maraknya barang palsu. Kemudian, harga barang KW yang jauh lebih murah sangat menarik perhatian konsumen (mdk|dwk)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  JK soal Tambahan Menteri Golkar: Tak Seberapa Dibanding Kursi di DPR

Share :

Baca Juga

Berita

Tiba di Lampung, Jokowi Resmikan Terminal Bandara Radin Inten II

Berita

Menunggu 1 jam rompi oranye tak kunjung datang, Masinton tinggalkan KPK

Berita

Ingin Kurus, Pria Ini Jalan Sambil Bawa Batu di Kepala

Berita

Kemenhub Periksa Kelaikan Seluruh Boeing 737 Max 8 di RI

Berita

Ngaji Depan Syeikh, Wirda Mansur Tiba-tiba Dicium Pria Ini

Berita

Pengundian Nomor Urut, Timses Jokowi-Ma’ruf Tak Kerahkan Massa

Berita

Aksi Heroik Ipda Tatang: Relakan Motor Dinasnya untuk Ganjal Truk

Berita

DPRD Samosir Kunker ke Sibolga dan Tapteng
loading...
loading...