Home / Berita / Gaya Hidup / Politik

Senin, 6 Juli 2020 - 20:23 WIB

Istana Minta Rakyat tak Lagi Berisik soal Reshuffle Kabinet

288 Views
Terakhir Dibaca:2 Menit, 1 Detik

Kompasnasional | Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan isu reshuffle sudah tidak relevan dibicarakan. Ia mengatakan, semua kementerian dan lembaga terpacu untuk meningkatkan kinerja. Kinerja para menteri saat ini menjadi lebih baik.

“Sekarang sudah bagus dan semoga bagus terus. Tentu saja kalau bagus terus, ya enggak ada isu, enggak relevan lagi reshuffle,” kata Pratikno kepada wartawan, Senin (6/7).

Pratikno meminta semua pihak, termasuk awak media, untuk tidak lagi meributkan isu reshuffle. Sebab, kinerja Kabinet Indonesia Maju sudah berjalan dengan baik. Sekarang ini, lanjut Pratikno, pemerintah sedang fokus menyelesaikan permasalahan kesehatan dan ekonomi akibat COVID-19.

“Jadi, jangan ribut lagi reshuffle karena progres kabinet berjalan dengan bagus. Kita fokus untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan dan permasalahan ekonomi yang menjadi ikutan luar biasa dari pandemi,” jelas Pratikno.

Pratikno optimistis Presiden Jokowi tidak akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet apabila seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju dapat mempertahankan kinerjanya dengan baik.

Baca Juga  Perbaiki Jembatan Gantung, Upaya Satgas Pamtas 643 Bantu Perekonomian Warga

“Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle. Intinya begitu,” ujarnya.

Pratikno menceritakan, Presiden Jokowi ingin menjadikan pandemi COVID-19 sebagai upaya mereformasi Indonesia. Pratikno menuturkan COVID-19 memang menjadi perhatian Jokowi karena ingin pandemi cepat selesai, tetapi juga memanfaatkan pandemi demi kemajuan bangsa.

“Beliau juga sangat menyadari pandemi ini jangan semata harus kita segera selesaikan masalahnya, tapi juga sebagai momentum fundamental reform. Beliau kadang mengatakan jangan sia-siakan krisis ini, jangan sia-siakan masalah besar ini, masalah besar ini justru sebagai momentum,” ungkap dia.

Oleh karena itu, kata Pratikno, Jokowi ingin agar seluruh institusi bekerja keras saat pandemi. Ia mengakui kalau kantor sempat terkendala saat transisi penanganan COVID-19. Akan tetapi, Presiden justru ingin agar kabinet bisa bekerja lebih baik saat pandemi.

Presiden Jokowi menegur semua pejabat negara dalam rapat pada 18 Juni 2020, kata Pratikno, sebab presiden ingin masalah ekonomi selesai, bantuan diterima masyarakat di seluruh pelosok hingga meningkatkan daya beli masyarakat. Akan tetapi kinerja kabinet belum optimal.

Baca Juga  Wali Kota Pematangsiantar Diwakili Pj.Sekda Ir.Zubaidi Hadiri Sosialisasi GNRM

“Itulah beliau memberikan teguran keras pada sidang kabinet paripurna yang lalu,” kata Pratikno.

Teguran tersebut akhirnya membuat kabinet berjalan. Ia pun menyebut, banyak kementerian lembaga mulai bekerja dengan baik. Hal tersebut berdasarkan angka serapan yang naik serta program-program yang mulai berjalan.

“Teguran keras tersebut dilaksanakan secara cepat oleh kabinet. Ini progres yang bagus. Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle?” kata Pratikno.

Presiden Jokowi sempat marah besar dalam rapat paripurna pada 18 Juni 2020. Dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden, mantan Wali Kota Solo itu menyoalkan kinerja kabinet yang tidak optimal dalam menangani COVID-19.(MP/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Gubernur Kalbar Terima Audiensi Deputi Direktur Wilayah Kalimantan BPJS Ketenaga Kerjaan

Berita

DPRD Gelar Rapat Paripurna HUT Kota P.Sidimpuan Ke- 20

Berita

Bupati Melawi Menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kepada 72 Orang Kepala Desa

Berita

Bupati : Pendapatan Daerah Kabupaten Tapsel Bertambah Jadi Rp65 Miliar Lebih

Berita

PDIP dan Golkar akan bersatu di 16 daerah dalam Pilkada Jawa Barat

Berita

KPK SAMBANGI KANTOR BUPATI MEMPAWAH

Berita

Bupati Sampaikan LKPJ Kepala Daerah Tapsel TA 2020

Berita

Pinggir Jalan Lingkar TUKTUK Diwarnai Tumpukan Sampah