Home / Politik

Senin, 22 Juni 2020 - 19:35 WIB

Jokowi Tetapkan Lima Deputi Kepala Staf Presiden, Ini Profilnya

245 Views
Terakhir Dibaca:3 Menit, 45 Detik

Kompasnasional | Kepala Staf Kepresidenan (KSP)Moeldoko melantik lima deputi Kantor Staf Presiden di Gedung Bina Graha Jakarta. Pelantikan Deputi tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 45/M Tahun 2020 tentang Pengangkatan Deputi di Lingkungan Kantor Staf Presiden.
Keputusan Presiden tertanggal 15 Juni 2020, sedangkan pelantikan berlangsung pada hari hari ini Senin (22/6/2020). Adapun kelima orang
yang dilantik ialah :

Febry Calvin Tetelepta sebagai Deputi I Kepala Staf Kepresidenan. Abetnego Panca Putra Tarigan sebagai Deputi II Kepala Staf Kepresidenan. Panustan S Sulendrakusuma sebagai Deputi III Kepala Staf Kepresidenan. Juri Ardiantoro sebagai Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan dan Jaleswari Pramodhawardani sebagai Deputi V Kepala Staf Kepresidenan.
Dalam sambutannya, Moeldoko menegaskan, amanah diberikan atas dasar sebuah prestasi. Jabatan deputi di lingkungan KSP adalah sebuah penilaian yang panjang. “Saya ingin membangun tradisi agar regenerasi dalam KSP menjadi baik, Semua punya kesempatan menjadi deputi. Organisasi ini agar berjalan lebih baik, tidak ada penilaian yang subjektif bukan atas dasar suka atau tidak suka,” tegas Moeldoko.
Menurut Moeldoko, jabatan deputi di KSP memiliki tanggung jawab sangat besar dalam membantu kerja Presiden dan Wakil Presiden. Apalagi dalam masa pandemi seperti saat ini tentu dibutuhkan kerja keras, cepat dan tepat untuk menanggulangi persoalan yang ada. Setidaknya terdapat empat sektor yang harus menjadi perhatian para deputi agar penangan Covid dapat optimal.
Keempat sektor tersebut adalah sektor kesehatan terkait ketersediaan obat, perluasan testing dan tracing. Faktor sosial juga harus mendapat perhatian khusus. Faktor ini berhubungan dengan ketepatan bansos, pengendalian angka kemiskinan dan daya beli masyarakat. Berbagai insentif dan stimulus diberikan pemerintah, agar semua bisa perjalan dengan baik. “Kita harus bisa menjaga ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, UMKM dan investasi. Sehingga ekonomi tetap bergerak dan tumbuh ditengah pandemi ini,” ujar Moeldoko.

Baca Juga  Nasdem Usung Mantan Napi Koruptor di Pilkada Sulut

Dengan formasi deputi yang sudah lengkap, Moeldoko meyakini para deputi bisa menjalankan tugas dengan baik. Sehingga para deputi dituntut mampu menjalankan transformasi leader yaitu menjadi role model tim kedeputian yang dipimpinnya. “Seorang deputi harus bisa menciptakan iklim kerja kreatif dan inovatif sehingga timnya dapat memberikan masukan out of the box,” ungkap Moeldoko.

Pelantikan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan berupa menjaga jarak dan membatasi undangan yang hadir. Berikut profil lima deputi KSP yang dilantik hari ini:

Febry Calvin Tetelepta Dilahirkan di Ambon, Maluku pada 14 Februari 1969. Memperoleh gelar sarjana filsafat dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Ambon, Maluku dan Magister Hukum dari UKI Jakarta. Menjadi Tenaga Ahli Utama KSP sejak 2015 membidangi masalah infrastruktur dan perhubungan.
Pada 2015, Febry juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF). Dia memiliki pengalaman sebagai komisaris pada sebuah perseroan milik swasta. Febry dilantik menjadi Deputi I KSP Bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi sejak 22 Juni 2020.

Abetnego Panca Putra Tarigan
Dikenal sebagai aktivis LSM bidang lingkungan, Abetnego dipercaya sebagai Deputi II KSP Bidang Pembangunan Manusia. Lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara pada 1 Juni 1976. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Institut Bisnis Nusantara (IBN) Jakarta. Saat ini sedang menyelesaikan studi di Program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Abetnego pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Sawit Watch, Direktur Eksekutif Walhi . Sejak 2016 menjadi Tenaga Ahli Utama KSP yang membidangi isu lingkungan.
Panutan S Sulendrakusuma
Panutan dikenal sebagai akademisi bidang ekonomi dan pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Kalbe. Meraih gelar doktor bidang manajemen keuangan dari Universitas Indonesia (UI). Panutan meraih dua gelar sarjana strata satu dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Sarjana Hukum dari UI. Gelar magister teknik dan manajemen industri diperolehnya dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dilantik menjadi Deputi III KSP bidang Perekonomian sejak hari ini (22/6/2020). Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 17 Oktober 1967.

Baca Juga  KPU Ingatkan Suket tidak Berlaku Lagi

Juri Ardiantoro Doktor sosiologi lulusan University of Malaya, Malaysia ini dikenal sebagai pegiat isu tentang pemilihan umum. Pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah pada 6 April 1973 ini pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat pada 2016-2017. Pada 2018, dia dilantik menjadi Tenaga Ahli Utama (TAU) KSP dan sejak 22 Juni 2020 dilantik menjadi Deputi IV KSP Bidang Informasi dan Komunikasi Politik. Selain menjabat sebagai Deputi IV KSP, Juri juga masih menjadi salah satu ketua di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Jaleswari Pramodhawardani
Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini dikenal sebagai pengamat isu militer serta pertahanan dan keamanan. Dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur pada 11 Agustus 1964. Meraih gelar sarjana strata satu dari FISIP Untag 1945 Jakarta. Sedangkan gelar S-2 diperoleh dari Pusat Studi Kajian ilmu Wanita UI. Jaleswari menjabat sebagai Deputi V KSP sejak 2016 hingga 2019. Kini dia dilantik kembali menjadi Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM.(SN/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Mahasiswa Doktor Ilmu Politik UIN Usulkan E-voting Pemilu lewat Gawai

Politik

Demi Pemilu 2024, PDI Ganti Nama Jadi PDRI, Tetap Pakai Logo Kepala Banteng

Politik

Amien Rais Menyoroti Kemarahan Jokowi, Langsung Disikat Ruhut Sitompul

Politik

Relawan Pendukung Ganjar Capres 2024 Deklarasi di Yogyakarta

Berita

KNTM Minta Jangan Pilih Pemimpin Pro Pukat Trawl

Politik

PDIP Ingin Pilkada Serentak Digelar 2024, Pengamat: Anies Kehilangan Panggung

Politik

Survei Poltracking Pilkada Surabaya Dinilai Ada yang Tak Masuk Akal

Politik

Dipecat Demokrat, Nasib Jhoni Allen di DPR Juga Akan Berakhir