Home / Berita

Jumat, 23 Juli 2021 - 09:18 WIB

Keluarga yang Rampas Jenazah Pasien Covid-19 Minta Maaf, Imbau Warga Lain Tak Meniru

158 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Kompasnasional l Jenazah pasien Covid-19 dirampas dan diambil paksa oleh keluarganya dari Rumah Sakit Umum Siloam Kupang, beberapa waktu lalu.

Keluarga pasien Covid-19 yang meninggal tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas insiden itu.

Mewakili keluarga, Abdullah Ulomando mengaku salah dan menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah petugas.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela pelaksanaan tes swab terhadap 10 orang keluarga terdekat almarhumah GM di Pustu Airmata Kota Kupang, Kamis (22/7/2021).

Menurut Ulumando, keluarga besar mengakui kekeliruan yang terjadi, sehingga mengakibatkan suami dan anak almarhumah ikut terinfeksi Covid-19.

Dia menyebut, tindakan pengambilan paksa jenazah yang dilakukan adalah salah.

Baca Juga  Dinilai Lambat Ungkap Dugaan Kasus Korupsi FORMI, JMD Geruduk Kantor Kejari Asahan

Karena itu, dirinya mengimbau agar kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat Kota Kupang. Dia juga meminta tindakan tersebut tidak ditiru.

“Kami mengimbau agar apabila ada penyampaian dari rumah sakit, Puskesmas atau Balai Kesehatan mana pun bahwa ada pasien terkonfirmasi positif maka harus mengikuti aturan dari pemerintah yang berlaku,” ujarnya.

Dua orang warga Kelurahan Airmata, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), positif corona, usai pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Siloam, beberapa waktu lalu.

Informasi itu disampaikan Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar, saat dihubungi sejumlah wartawan, Kamis (22/7/2021).

Siregar menyebut, dua orang yang positif itu adalah suami dan anak dari almarhumah GM, pasien Covid-19.

Baca Juga  Jokowi Ngawur, Warga Dilarang Mudik Kok 500 TKA China Diizinkan Masuk

“Yang positif itu suaminya berinisial AU dan anak perempuan berinisial NAU,” ungkap Siregar.

Keduanya dinyatakan positif, setelah pihak Polsek Kelapa Lima dan Kelurahan Airmata, memfasilitasi pelaksanaan swab dan rapid antigen bagi keluarga GM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Siregar mengatakan, ada 10 orang kerabat dekat GM yang menjalani tes swab di Pustu Airmata Kota Kupang.

Menurut Siregar, pihak medis masih akan memeriksa dan melakukan tes swab kepada seorang warga yang memandikan GM sebelum dikuburkan.
(KC/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Lewati Medan Ekstrim, Babinsa Bersama Petugas Berjibaku Salurkan BLT-DD

Berita

TEAM INAFIS POLDA TURUN TANGAN, KORBAN GURU SD TERNYATA PUTRI PERWIRA POLISI

Berita

Kartel Narkoba Makassar, 1 Keluarga Dibakar Hidup-hidup

Berita

Bupati Tapsel Minta Pengajian Al Quran di Masjid-Masjid rutin Disela acara khatam Al-Quran

Berita

Wali Kota Pontianak : Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Berita

Tragedi Miras Oplosan, Sebanyak 98 Orang Dilaporkan Meregang Nyawa

Berita

Sinyal Reshuffle Menguat, Jokowi-JK Biarkan Airlangga Rangkap Jabatan?

Asahan

Ketua KONI Asahan Pantau Pelatihan Fisik Level I Nasional