Home / Berita / Nasional

Senin, 27 Januari 2020 - 23:17 WIB

LSM BERKORDINASI Desak Polisi Tuntaskan Kasus Pemalsuan Sertifikat Tanah

Rudi Efendi (kiri) dan Ketua DPW LSM BERKORDINASI DKI Jakarta Marjuddin Waruwu (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Minggu (26/1).

Rudi Efendi (kiri) dan Ketua DPW LSM BERKORDINASI DKI Jakarta Marjuddin Waruwu (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Minggu (26/1).

88 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 54 Detik

Jakarta, – Kepolisian diminta untuk segera menuntaskan kasus penipuan dan pemalsuan sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan menyeret para pelakunya ke pengadilan.

Desakan itu disampaikan Ketua DPW LSM BERKORDINASI (Pemberantasan Korupsi, Judi, Narkoba, & Sindikat Mafia) DKI Jakarta Marjuddin Waruwu di Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Dia menegaskan hal itu berkaitan dengan kasus pemalsuan dan penipuan atas objek perkara berupa sertipikat HGB nomor 1246 milik Rudi Efendi. Rudi menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh RO.

“Kami mendesak kepada aparat kepolisian untuk segera menuntaskan kasus penipuan dan pemalsuan dengan korban Rudi Efendi. Polisi harus segera menangkap semua pelaku yang terlibat kasus ini,” tegas Marjuddin didampingi Sekretaris Jendeal (Sekjen) DPW LSM BERKORDINASI DKI Jakarta M.Yusuf Pardamean SH kepada wartawan.

Menurutnya, polisi harus serius dalam menangani kasus ini karena menyangkut nasib rakyat kecil. Apalagi korban yang berprofesi sebagai pedagang ini sangat membutuhkan dananya untuk biaya anaknya kuliah. “Jadi saya mohon kepada aparat kepolisian untuk memberikan perhatian kepada kasus-kasus yang menimpa kalangan masyarakat kecil,” kata Marjuddin.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Naik Usai Rusia Cs Sepakat Pangkas Produksi

M.Yusuf Pardamen SH menambahkan atas fenomena kasus tersebut semestinya pihak penyidik dapat menempatkan beberapa oknum dalam kasus tersebut sebagai penada atau dikenakan tuduhan pasal 480 penadah dan kepolisian agar segera menangkap para pelaku yang dengan sengaja dan bersekongkol melakukan perbuatan melawan hukum.”Penyidik dapat Menetapkan Pasal 480 atas di duganya telah terjadi Perbuat Pidana,” kata dia.

Sementara Rudi Efendi mengaku sudah melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian. Berdasarkan surat surat laporan polisi No. LP/1371/IX/2017 tertanggal 11 September 2017, Rudi melaporkan pelaku berinisial RO ke Polres Jakarta Selatan, atas dugaan perkara penggelepan sebagaimana diatur di Pasal 372 KUHP.

Baca Juga  Menang Versi Quick Count, Ini Janji Edy Rahmayadi Jika Tak Amanah

Laporan ke dua dia layangkan ke Polres Metro Tangerang Kota dengan nomor LP/B/5419/X/2018 tertanggal, 8 Oktober 2018 atas dugaan tindak pidana Pasal 263 KUHP.

Rudi mengatakan telah menyerahkan sertipikat miliknya itu ke PT Sejahtera Bersama melalui RO. Namun, setelah waktu yang telah dijanjikan, ia tak kunjung menerima uang yang dijanjikan. Belakangan baru diketahui, sertipikat tanah seluas 88 M2 yang terletak di Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat telah dikuasai oleh Sarimah, PNS Pemprov DKI Jakarta.

Sejauh ini pihak penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Sarima. Sementara saksi lainnya, Hidayat tercatat, sudah dua kali tak memenuhi panggilan penyidik. Hidayat merupakan pihak yang diduga menerima uang sebesar Rp 400 juta dengan menjaminkan sertifikat tersebut. (timred)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pembangunan Rabat Beton Di Simpang Pangkalan Buntu Nagori Parhiasan Diduga Tidak Sesuai Bestek

Berita

Sebanyak 71 Siswa TP 2019-2020 SMA Negeri 1 Pangururan Lulus SNMPTN & amp; SNMPN

Berita

Ivan Pradipta, Peraih Adhi Makayasa Akpol 2020 yang Idolakan Jenderal Hoegeng

Berita

Pelaku Penipuan Pengusaha Ayam Dilepas Polsek Lubukpakam dengan Alasan Gangguan Jiwa

Berita

Orangtua Korban Minta Sidang Militer TNI Aniaya ABG Digelar Terbuka

Berita

Avengers: Infinity War cetak rekor

Nasional

PPP Nilai Jokowi Copot Arcandra Sudah Tepat Secara Hukum dan Politik

Berita

Ini Wejangan Setnov untuk Bambang Soesatyo
loading...
loading...