Home / Nasional

Sabtu, 24 Juli 2021 - 14:17 WIB

Mahfud Sebut Ada Kelompok Manfaatkan Situasi Pandemi untuk Serang Pemerintah

88 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional l Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, ada kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk menyerang setiap kebijakan pemerintah.

Menurut Mahfud, protes yang dilayangkan oleh kelompok tersebut tidak murni karena kondisi pandemi. Ia menuturkan, kelompok tersebut memang selalu menyerang setiap keputusan dan kebijakan pemerintah.

“Pemerintah mengetahui bahwa sekelompok orang memiliki keinginan untuk memanfaatkan situasi. Tadi ada kelompok yang murni, lalu ada kelompok yang tidak murni,” kata Mahfud dalam konferensi pers, Sabtu (24/7/2021).

“Ya masalahnya itu hanya ingin menentang saja, apa pun yang diputuskan pemerintah diserang, itu ada yang seperti itu,” kata dia.

Baca Juga  Sore Ini, Mendikbud Umumkan Kebijakan soal Pembelajaran Tahun Ajaran Baru

Mahfud tidak mengungkap secara lugas kelompok mana yang ia maksud. Namun, ia mengatakan, kelompok tersebut selalu melakukan provokasi dan mengganggap setiap kebijakan pemerintah salah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, Mahfud menyebut ada pula aspirasi masyarakat yang murni resah dengan kebijakan pemerintah terkait penanganan pandemi.

Misalnya, mereka yang mengeluhkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat akan berdampak pada aktivitas ekonomi.

“Sehingga situasi itu kita catat sebagai kondisi kesulitan yang memang riil dialami, khususnya mengenai kehidupan ekonomi di dalam menghadapi serangan Covid ini,” kata Mahfud.

Baca Juga  Lions Club Golden Estate Diserbu 600an Masyarakat Kurang Mampu

Mahfud mengeklaim, pemerintah pada prinsipnya terbuka dan merespons segala aspirasi masyarakat.

Namun, dalam konsisi pandemi Covid-19, aspirasi tersebut sebaiknya disalurkan melalui jalur komunikasi yang sesuai dengan protokol kesehatan seperti melalui webinar, dialog di televisi, atau media sosial.

Ia juga menyebut, pemerintah mendengar semua aspirasi yang berkembang di masyarakat dan menjadikannya sebagai pertimbangan dalam mengambil berbagai kebijakan penting.

“Bahwa tidak semua terakomodasi itu biasa, karena kadang kala di antara aspirasi itu yang satu dan lain bertentangan dan pemerintah harus mengambil keputusan, tapi semua sudah didengar,” kata Mahfud.(KC/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dua Terduga Teroris yang Tewas di Sumut Anggota Jaringan JAD

Berita

Pilot Hercules Jatuh Sosok Penerbang Andal Merangkap Instruktur

Berita

Dibantah Keluarga, Polres Siantar Sebut Anggota DPRD Siantar Alex Panjaitan Tewas karena Gantung Diri

Berita

Beredar, Foto Syur Sosok Diduga Komisaris First Travel dengan Pasangan Sejenis

Kriminal

Mantan Pjs Kades Dilaporkan Warganya ke Kejaksaan

Kriminal

Kok Bisa Tiket Semifinal Indonesia Vs Vietnam Dijual di OLX?

Berita

Setelah Kasus Korupsi, Eks Dirut PDPS Juga Tersangka di Kasus Pinjaman

Kriminal

Hutan Diduga Dirambah, Ditemukan Kayu Olahan Tak Bertuan