Home / Reviews

Senin, 23 November 2020 - 12:35 WIB

Pangdam Jaya: Yang Kritik TNI Turunkan Baliho HRS Tak Tahu Ceritanya

196 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

Kompasnasional l Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman merespons kritik atas keikutsertaan TNI menurunkan baliho Habib Rizieq Syihab (HRS). Dudung menyebut pihak yang mengkritik TNI tidak mengetahui bagaimana cerita penurunan baliho yang sebenarnya.
“Kritikan itu paling sedikit yang dukung banyak. Dukungnya lebih banyak yang mengkritik itu tidak tahu perjalanannya ceritanya bagaimana penurunan baliho. Penurunan baliho itu sudah 2 bulan yang lalu dilakukan Pol PP, polisi, dan TNI bersama-sama kita lakukan,” kata Dudung di Kodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).

Menurut Dudung, FPI malah meminta Satpol PP DKI memasang kembali baliho Rizieq yang sudah diturunkan. Dia heran FPI bisa berperilaku demikian.

Baca Juga  Ayah MRI Pertanyakan PCR yang Sebut Anaknya Positif Covid-19 di Simalungun

“Kemudian karena turunkannya Pol PP kemudian dihadang oleh FPI, kemudian didemo suruh pasang lagi. Lah emang dia siapa. Dia ini siapa, organisasi apa? Kok pemerintah yang jelas-jelas Pol PP kok ya, pemerintah itu jelas organisasinya ya, strukturnya sudah jelas, kok bisa takut mereka. Mereka (FPI) itu siapa?” ungkap Dudung.

Lebih lanjut, Dudung menegaskan tidak boleh ada organisasi yang bisa bertindak semaunya. Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 itu menekankan bahwa ada aturan hukum negara yang harus dipatuhi setiap elemen masyarakat.

Baca Juga  Satu Dari Empat Pelaku Rampok Sadis Ditembak Polisi

“Saya tidak ingin ada keresahan-keresahan dengan membuat aturan-aturan yang menurut dianya sendiri. Ini negara hukum, harus ada ketetapan hukum yang benar,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman telah mengonfirmasi bahwa dia yang memerintahkan penurunan baliho berwajah Rizieq, salah satunya seperti yang viral di media sosial. Keikutsertaan TNI menurunkan baliho Rizieq mendapat sejumlah kritik, di antaranya dari duo pimpinan Komisi I DPR RI, Bambang Kristiyono dan Abdul Kharis Almasyhari. (D/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

KLB SBSI 1992 Pilih Gunawan Jadi Ketum

Nasional

Sidang ke-19, Kubu Jessica Hadirkan 2 Saksi Ahli

Ekonomi

Pungli, Petinggi Pelindo III Terima Setoran Rp 6 Miliar Saban Bulan

Hiburan

Mengejutkan, Polisi Ungkap Hasil Tes Urine Reza Artamevia

Ekonomi

Rupiah Menguat Tinggalkan Level Rp 13.500 per USD

Berita

Karyawan Garuda Beri Sinyal Batalkan Mogok Kerja

Kriminal

Polisi Buru 2 Pemotor Diduga Pelempar Bom ke Rumah Politikus Golkar

Ekonomi

Antisipasi Mati Listrik Saat UN, SMA di Depok Sewa Genset Rp 10 Juta