Home / Berita

Jumat, 22 Mei 2020 - 22:50 WIB

Pembagian Bansos di PT Pos Bandung tak Indahkan Jaga Jarak

40 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 20 Detik

BANDUNG – Kompasnasional | Ratusan warga memadati Kantor PT Pos di Jalan Asia Afrika, Jumat.  Mereka memadati kantor Pos untuk mengambil pembagian bantuan sosial (BST) tanpa mengindahkan penerapan pembatasan fisik sebagai protokol kesehatan.

Salah seorang warga yang mengantre, Lilis (39) mengaku sudah antre sejak pagi hari. Uang bantuan itu dibutuhkannya untuk menyambung hidup di tengah pandemi meski ia tahu bahwa berkerumun sangat berpotensi menyebarkan virus corona.”Saya pasrah aja. Soalnya butuh banget uang. Udah habis. Jadi, gak apa apa lah berdesakan juga,” kata Lilis.

Warga yang mengantre di Kantor Pos itu terdiri dari mulai anak muda hingga lansia, dan ada anak-anak yang ikut. Warga tersebut mengantre untuk mendapat bantuan Rp600 ribu dari pemerintah.

Baca Juga  Bea Cukai Gagalkan Penyeludupan Kapal Asing Bermuatan Sabu 3 Ton

Meski terpaksa mengantre berdesakan, ia berharap ke depannya ada petugas yang mengatur untuk bisa menerapkan protokol kesehatan. Karena ia tahu bantuan tersebut bakal diberikan dalam dua tahap. “Saya berharap bulan depan tidak antreseperti ini,” kata Lilis.

Seorang warga lainnya, Atik (50) menyayangkan tidak adanya petugas yang mengatur protokol kesehatan dalam proses pembagian BST. Ia mengaku khawatir dapat tertular Covid-19 karena kerumunan itu dapat berisiko. “Mudah-mudahan setelah antrian ini orang-orang masih pada sehat. Bulan depan antrinya jangan begini kalau bisa,” kata Atik.

Baca Juga  Kronologi Pelemparan Bom Molotov di Rumah Politikus PKS Mardani

Senada dengan Atik, warga lainnya Dadang Kurnia (46) meminta pemerintah dan petugas lebih tegas dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia berharap jangan sampai ada klaster baru di tempat pembagian BST, karena tempat pembagian BST bukan hanya di Kantor Pos Asia Afrika.

“Pemerintah harusnya tegas. Ini ga ada yang ngatur. Jadi desak desakan. Kami juga ga mau kayak gini, jangan sampai ada klaster PT Pos,” kata Dadang. (RCI/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

WNI Tewas di Sydney, Dibunuh Bekas Jaringan Bali Nine

Berita

MPB Desak Pungli Diknas Paluta Diusut

Berita

Hasil Bertani Kopi Memuaskan

Berita

Ini Alasan PBB Tolak Kemerdekaan Papua Barat

Berita

Polisi temukan buku catatan transaksi narkoba mantan wakil ketua DPRD Bali

Berita

Rokok Elektriknya Meledak, Cecep Luka Bakar di Dada dan di Muka

Berita

Sebelas Proyek Riset RI Dapat Dana Rp 100 Miliar

Berita

PT Garam bangun dua pabrik di Gresik dan Sumenep dengan total biaya Rp 77 miliar