Home / Ekonomi

Senin, 28 Desember 2020 - 20:17 WIB

Pemprov DKI Kemungkinan Tarik Rem Darurat Lagi, Pengusaha: Sudah 10 Bulan Kami Terpuruk

94 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 22 Detik

Kompasnasional l Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, kemungkinan kebijakan rem darurat yang diwacanakan Pemprov DKI Jakarta bisa membuat pengusaha frustrasi.

Sarman meminta Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan kebijakan rem darurat agar tidak membebani pelaku usaha.

“Karena sudah 10 bulan dunia usaha tertekan dan terpuruk, nyaris frustrasi,” ucap Sarman dalam pesan teks, Senin (28/12/2020).

Dia menilai, kemungkinan rem darurat untuk wilayah DKI Jakarta merupakan sinyal kurang baik untuk dunia usaha.

Apabila Pemprov DKI kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan menarik emergency break, para pengusaha merasa khawatir.

Baca Juga  Untuk Hunian DP Nol Rupiah, Anies Baswedan: Ini Harga Tipe 21

Dia menilai, penerapan kebijakan tersebut akan membuat aktivitas ekonomi semakin terbatas dan stagnan.

Sebab, dengan kebijakan rem darurat tersebut, penerapan pembatasan jam operasional dan pembatasan ruang gerak masyarakat akan terjadi lagi.

Dan secara psikologis akan menurunkan rasa optimisme di kalangan pelaku usaha,” ucap Sarman.

Dengan kebijakan rem darurat tersebut, pembatasan jam operasional dan ruang gerak masyarakat akan terjadi lagi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, ada kemungkinan kebijakan rem darurat ditarik kembali apabila kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus meningkat.

“Kami akan lihat nanti dalam beberapa hari ke depan, setelah tanggal 3 (Januari 2021) nanti apakah dimungkinkan, nanti Pak Gubernur akan meminta kepada jajaran apakah dimungkinkan ada emergency break (rem darurat),” ucap Ariza dalam keterangan suara, Minggu.

Baca Juga  Polemik di balik larangan dan pembatasan impor bahan baku

Ariza mengatakan, keputusan tersebut nantinya akan diambil sesuai dengan fakta dan data yang ada terkait wabah Covid-19 di Jakarta.

Dia tidak bisa memastikan apakah rem darurat benar-benar akan diambil karena data terkait penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta cukup dinamis.

“Memang ini sangat dinamis sekali, terkait untuk data dan fakta,” ucap Ariza. (K/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

LBH Medan Terima 4 Pengaduan,Soal THR Yang Tidak Di Keluarkan Perusahaan-kompasnasional

Ekonomi

LBH Medan Terima 4 Pengaduan,Soal THR Yang Tidak Di Keluarkan Perusahaan
N.B.Ket//Foto : Staf Ahli Utama Kantor Presiden Dr. Lenis Kogoya, Mhum, Staf Ahli GUbernurt Papua Paskahlis Netep SH, Manager Operasional PT Lanny Inabua Panus Wenda, Kepala BNN dalam acara ekspor perdana kayu olahan merbau di kampung harapan sentani papua.

Daerah

PT Lanny Inabua Ekspor Perdana Kayu Merbau Olahan Di Kampung Harapan Sentani Papua

Ekonomi

Rupiah Masih Diposisi Rp 13.000-an per USD

Ekonomi

India Dinobatkan Negara Dengan Biaya Hidup Termurah Sedunia

Berita

Minat kaum pria terhadap sistem gadai barang cenderung rendah

Ekonomi

Garuda Indonesia Travel Fair 2016 Catatkan Total Transaksi Rp 447 M

Ekonomi

Ini Fungsi dari Materai 6000, Apa Anda Sudah Mengetahuinya ?

Berita

Rupiah selasa pagi menguat ke Rp13.299