Home / Headline News / Kriminal / Medan

Rabu, 6 Mei 2020 - 18:02 WIB

Pengusaha Kopi Kok Tong Dituntut 1,5 Tahun Penjara Karena Dugaan Penipuan

108 Views
Terakhir Dibaca:2 Menit, 17 Detik

Kompasnasional.com | Medan,

Irawan Alias  Asiong (57) yang dikenal sebagai pengusaha  Kopi Kok Tong, Selasa (5/5/2020), dalam persidangan teleconference di Ruang Cakra 3 PN Medan, dituntut pidana 1,5 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elvina Elisabeth dalam amar tuntutannya menguraikan, dari fakta-fakta terungkap di persidangan pidana Pasal 378 KUHPidana, telah memenuhi unsur. Yakni pidana dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama atau martabat palsu, tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

Usai pembacaan tuntutan tersebut, Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik memberikan kesempatan kepada terdakwa maupun penasihat hukumnya (PH) untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi).

Sementara mengutip dakwaan JPU, pada 25 November 2016 saksi korban Harianto Lawa bersama Francnata Goh, Irwandi dan terdakwa Irawan bertemu di salah satu warung di Komplek Multatuli.

Kemudian antara terdakwa dan saksi korban terlibat pembicaraan kesepakatan lisan kerjasama untuk membuka usaha kedai kopi Kok Tong di Jalan Sutomo Binjai Utara. Keuntungan dari hasil kedai kopi Kok Tong nantinya akan dibagi 50 persen kepada saksi korban yang mana modal awal akan dikembalikan utuh oleh terdakwa.

Baca Juga  Setelah Messi dan Neymar, Kali Ini ISIS “Eksekusi” Ronaldo

Lebih lanjut, pada 28 November 2016 saksi korban memberikan modal awal Rp.700 juta kepada terdakwa sebesar untuk sewa tempat. Kemudian, terdakwa kembali meminta uang sebesar Rp.400 juta untuk beli meja, kursi dan peralatan jualan di kedai kopi Kok Tong.

Lalu, saksi korban memberikan uang tersebut pada tanggal 19 Desember 2016 dengan cara transfer dari Bank Danamon ke Bank BCA atas nama Irawan.

Saksi korban merasa yakin, untuk melakukan kerjasama buka kedai kopi Kok Tong tersebut, karena terdakwa dan saksi korban adalah teman lama dan saksi korban mengetahui bahwa terdakwa ada juga buka cabang kopi Kok Tong di Medan dan berjalan lancar, yang mana terdakwa juga pemegang lisensi untuk kopi Kok Tong yang berpusat di Kota Pematangsiantar.

Baca Juga  Niat Mengantarkan Penumpang Driver Ojol Dihipnotis Penumpangnya

Setelah berjalannya waktu, kedai Kopi Kok Tong yang telah terdakwa dan saksi korban sepakati terdahulu yang beralamat di Jalan Sutomo Binjai Utara, ternyata tidak ada dibuka oleh terdakwa. Melainkan tanpa seizin saksi korban, terdakwa telah membuka kedai kopi Kok Tong tersebut di Jalan Ahmad Yani Binjai Utara Komplek Great Wall hingga sekarang.

Mengetahui hal tersebut, lalu saksi korban mengkonfirmasi dengan terdakwa agar saksi korban dibagi hasil usaha dari kedai kopi tersebut. Namun terdakwa menerangkan, bahwa ia membuka usaha kedai kopi tersebut tidak menggunakan uang milik saksi korban. Sehingga saksi korban tidak berhak untuk mendapatkan hasil dari usaha kedai kopi tersebut.

Lalu, saksi korban meminta modal yang telah saksi korban berikan kepada terdakwa, yaitu sebesar Rp.1,1 miliar. Namun saat itu, terdakwa berdalih tidak ada menggunakan uang saksi korban untuk membuka usaha kedai kopi tersebut. Kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke kepolisian.(ls/red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

GAWAT! Siapapun Bisa Bantai Ratusan Orang Pakai Senjata Omar Mateen Lewat Akses Ini

Berita

Terkait Penggerebekan ‘Golden Game’ Polisi Dihadang Massa Bayaran

Berita

Rancangan Perda Larangan Penggusuran Rumah Penduduk tanpa Penyediaan Rumah Pengganti
Mujizat, Seorang Ibu Guru Selamat dari Tenggelamnya Kapal Pompong -kompasnasional

Kriminal

Mujizat, Seorang Ibu Guru Selamat dari Tenggelamnya Kapal Pompong
Usai Gorok Leher Anaknya, Sakiyem Pun Bunuh Diri-kompasnasional

Kriminal

Usai Gorok Leher Anaknya, Sakiyem Pun Bunuh Diri

Berita

Polisi Berhasil Tangkap Karyawan PT Capella Medan yang Gelapkan Rp43 Juta uang Perusahaan
Pulang dari Warung, Suami Temukan Istri Sudah Tidak Bernyawa Lagi-kompasnasional

Kriminal

Pulang dari Warung, Suami Temukan Istri Sudah Tidak Bernyawa Lagi

Berita

SBSI 1992 Sumut Sebut Hubungan Industrial Dapat Rusak Karena Kesewenang-wenangan