Home / Headline News / Nasional

Kamis, 23 April 2020 - 22:28 WIB

Pesawat Komersial dan Carter Dilarang Terbang di RI Mulai 24 April-1 Juni 2020

157 Views
Terakhir Dibaca:47 Detik

Kompasnasional, Jakarta |Memutuskan untuk menghentikan sementara layanan transportasi udara penumpang komersil. Hal ini berlaku sejak 24 April 2020 sampai 1 Juni 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, mengatakan larangan terbang ini baik perjalanan dalam negeri (domestik) maupun luar negeri (internasional).

“Untuk sektor tranportasi udara saya sampaikan pertama larangan perjalanan dalam negeri dan luar negeri, baik transportasi udara berjadwal maupun carter 24 April-1 Juni 2020,” kata Novie, Kamis (23/4/2020).

Namun, Novie mengatakan akan ada pengecualian untuk pimpinan lembaga tinggi negara maupun wakil kenegaraan hingga organisasi internasional. “Selain itu, organisasi penerbangan khusus pemulangan WNI, WNA dan terkait penegakan hukum dan pelayanan darurat petugas penerbangan masih bisa dengan seizin menteri.”

Sementara, hal ini juga berlaku untuk pengangkutan layanan medis dan logistik termasuk kargo.

“Navigasi udara tetap dibuka 100% sedangkan bandara juga beroperasi seperti biasa di mana mereka wajib layani pesawat take off landing dan pesawat yang melintasi bandara tersebut,” kata Novie.(cnbci/R1)

Baca Juga  Ratusan Lembar Surat Suara Pilgub Rusak
0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Diplomat Cantik Indonesia Berani Kecam Para Pemimpin Negara Pasifik

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Merosot ke Level Rp 13.128 Per USD

Berita

Dinilai Berbahaya, Pemprov DKI Justru Ingin Jadikan Balai Kota Tempat Pertarungan Pokemon

Berita

Menjelang Reshuffle, Jokowi Dua Hari Rapat Internal

Kriminal

Terlibat Narkoba & Desersi, 47 Prajurit Kodam Bukit Barisan Dipecat

Berita

Pernikahan anak jenderal, Budi Waseso dan Budi Gunawan jadi besan

Ekonomi

Fakta Mengejutkan Soal Rupiah Baru Hingga Disebut Mirip Yuan

Nasional

Poskesdes Diterlantarkan