Home / Politik

Senin, 27 Juli 2020 - 16:33 WIB

Pilkada Medan, Demokrat Sebut Akhyar Nasution Menyorongkan Diri

90 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Kompasnasional | Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan Akhyar Nasution bergabung ke partainya atas keinginan pribadi. Akhyar sebelumnya merupakan kader PDIP.

Pelaksana tugas Wali Kota Medan itu hijrah ke Demokrat setelah PDIP santer disebut-sebut bakal mencalonkan menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Bobby Afif Nasution di Pilkada Medan 2020. “Niat untuk masuk Demokrat itu dari Bang Akhyar,” kata Jansen kepada Tempo, Ahad malam, 26 Juli 2020.

Di sisi lain, kata Jansen, Demokrat ingin menghadirkan alternatif pilihan di Pilkada Medan 2020. Demokrat pun resmi mencalonkan Akhyar berpasangan dengan politikus Partai Keadilan Sejahtera Salman Al Farisy.

Koalisi Demokrat – PKS akan melawan koalisi gemuk yang mengusung Bobby. Selain mungkin dicalonkan PDIP, Bobby juga mengantongin dukungan dari Partai Golkar, Partai NasDem, dan Partai Gerindra. “Demokrat ingin demokrasi hidup di Medan, jadi publik punya alternatif pilihan. Masa di semua tempat kotak kosong semua,” ujar Jansen.

Baca Juga  Gak Nyangka, Pelapor Ismail Yusanto ke Polda Metro Jaya Ternyata Eks Elite HTI

Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan ada dua pertimbangan yang disampaikan Akhyar ketika memutuskan pindah partai. Pertama, karena tak diberi ruang untuk menyalurkan hak politiknya dalam kontestasi Pilkada Medan 2020.

“Setiap kader parpol punya hak untuk tampil dalam kontestasi politik. Ketika saluran atau ruang itu tidak diberikan, tentunya dia cari saluran alternatif untuk tampil sebagai calon Wali Kota Medan,” ujar Kamhar, Ahad malam, 26 Juli 2020.

Baca Juga  ‍‍‍‍‍‍‍Surat Terbuka DPP KNPSI Ungkap Jejak 2 Periode JR Saragih sebagai Bupati Simalungun‍

Pertimbangan lain, kata Kamhar, Akhyar sudah merasa tak nyaman dengan mekanisme kaderisasi di PDI perjuangan. Di sisi lain, hubungan Akhyar dengan Demokrat selama ini berjalan cukup baik.

“Sehingga dia memilih untuk hijrah ke tempat baru yang dipandang lebih kondusif untuk memperkuat potensinya dengan maksimal,” ujar dia.

Kepindahan Akhyar dari PDIP ke Demokrat bermula dari kunjungannya ke Bappilu Demokrat pada Juni lalu. Di hadapan pengurus Bappilu, Akhyar menyatakan kesiapannya bergabung dan membuat kartu tanda anggota dengan catatan Demokrat mau mengusungnya dalam Pilkada Medan 2020.(T/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Nasional

Pengamat Minta Jokowi Jangan Sampai Pilih Anak Macan yang akan Menerkam PDIP di Pilpres 2024

Politik

Jokowi: Demi 267 Juta Rakyat, Saya Bisa Reshuffle

Politik

Fadli Zon Bilang Korupsi itu Oli Pembangunan, Denny Siregar: Gara-gara Oli itu, Temannya Kepleset

Politik

Polemik RUU HIP dan Pembakaran Bendera PDIP Budayawan NU Heran Sifat Politicking Parpol Lebih Dominan

Politik

Bawaslu Tegaskan Calon Kepala Daerah Dilarang Bagikan Bansos

Politik

Humor Gus Dur: Mengaku Keturunan Tionghoa

Politik

Maju Lewat Jalur Independen, Fakhrizal Tegaskan Bukan Anti-Parpol

Politik

Din Syamsuddin, Rocky Gerung dkk Bentuk Koalisi Selamatkan Indonesia