Home / Berita

Kamis, 1 April 2021 - 10:26 WIB

Polrestabes Medan Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Berencana ‘Acek’ Pemilik Kos-Kosan

Kuasa Hukum korban dari Law Firm DYA – Darmawan Yusuf dan Associates. Darmawan Yusuf SH, SE, M.Pd, MH (Pimpinan) (foto : atas kiri)

Kuasa Hukum korban dari Law Firm DYA – Darmawan Yusuf dan Associates. Darmawan Yusuf SH, SE, M.Pd, MH (Pimpinan) (foto : atas kiri)

191 Views
Terakhir Dibaca:3 Menit, 30 Detik

MEDAN. KOMPAS NASIONAL. Kasus pembunuhan berencana pemilik kos-kosan bernama Djegion Gunawan alias Acek (70-an), digelar rekonstruksinya oleh Penyidik Unit Jatanras, Sat Reskrim Polrestabes Medan dengan mengundang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan, Penasehat Hukum korban dari Law Firm DYA – Darmawan Yusuf dan Associates, juga tampak dihadiri para keluarga korban. Rabu (31/3/2021), di lantai dua Mapolrestabes Medan (Gedung Jatanras).

Pantauan tim media ini, pada adegan pertama (1) rekonstruksi, terlihat para tersangka pelaku FZ (20), Bezi Sokhi Zalukhu (21) dan Aper Seven Zalukhu (24) di depan pintu lantai 3 kos-kosan mereka membicarakan rencana pembunuhan sadis tersebut, di Jalan Merbau, Pusat Pasar, Kota Medan, sekitar seminggu sebelum aksi dilakukan.

Kemudian pada adegan ke delapan (8), tersangka FZ dengan modus membeli rokok yang dijual korban (Djegion Gunawan) di lantai 1, korban juga merupakan pemilik kos-kosan tersebut. Disitu, FZ terlihat sudah memukul bagian kepala belakang korban dengan batu yang sudah ada diduga dipersiapkan sebelumnya di lantai 1, lalu menyeret korban ke atas tempat tidurnya.

Lanjut pada adegan ke sebelas (11), mengetahui korban sudah tidak berdaya, tersangka FZ naik lagi ke lantai 3 kos-kosan guna memberitahu kepada dua tersangka lainnya Bezi Sokhi Zalukhu dan Aper Seven Zalukhu, “Rencana kita tadi, sudah ku pukul Acek di bawah,” ucap FZ kepada dua rekannya itu ditirukan saat rekonstruksi.

Baca Juga  Surety Bonds Protect Infrastructure Investment

Setelah itu, ketiga tersangka masuk ke kamar korban kembali melakukan aksinya karena mengetahui korban masih bernyawa, dimana FZ alias Zamago bertugas memegangi tangan korban, Aper Seven Zalukhu memegang kaki korban, sedangkan Bezi Sokhi Zalukhu kembali memukul bagian kepala (ubun-ubun dan dekat mata) korban dengan batu, yang sejak awal aksi digunakan FZ (terdapat pada adegan ke 11-13B).

Lalu, pada saat ketiga tersangka di dalam kamar korban, ada seorang pria yang juga penghuni kos-kosan tersebut dipanggil bernama Awi, kebetulan hendak membeli sesuatu kepada korban dan melihat ketiga tersangka di dalam kamar korban. Saat itu, tersangka FZ sempat menghardik Awi agar diam.

Awi yang terkejut sembari ketakutan pun meninggalkan tempat tersebut keluar kos-kosan memberitahu yang lain. Sedangkan para pelaku, Bezi Sokhi Zalukhu dan Aper Seven Zalukhu terlebih dahulu naik ke lantai 3 kamar kos mereka disusul FZ, meninggalkan tubuh korban yang bersimbah darah di atas kasur.

Pada adegan ke (16), saat FZ di lantai 2 berjalan menuju lantai 3, dia bertemu 4 orang lainnya yang dibawa Awi (saksi). Di akhir rekonstruksi, adegan ke (17), diketahui lagi, tersangka FZ memberikan jaket warna merah muda berlumuran darah kepada Bezi Sokhi Zalukhu untuk dibuang keluar kos-kosan, hingga rekonstruksi selesai pada adegan tersebut.

Penasehat Hukum

Menurut Kuasa Hukum korban dari Law Firm DYA – Darmawan Yusuf dan Associates. Darmawan Yusuf SH, SE, M.Pd, MH (Pimpinan) didampingi Dody Herdiyansyah SH, MH kepada wartawan, tak jauh dari lokasi rekonstruksi menjelaskan,

Baca Juga  Tahanan PNS Tewas, 3 Anggota Polres Subang Dicopot

“Kuasa hukum pelapor dan pihak keluarga korban meminta pihak kepolisian mensangkakan pasal yang terberat terkait pembunuhan berencana, sebagaimana dimaksud Pasal 340 KUHPidana. Karena jelas dalam rekontruksi tersebut, terbukti sudah direncanakan dari awal, maupun alat yang digunakan sudah dikondisikan dari awal.” kata Darmawan. Rabu (31/3/2021).

Diketahui, penangkapan para tersangka setelah korban dibantarkan ke RS Bhayangkara Medan, lalu diotopsi didapati adanya dugaan kuat, korban tewas akibat pembunuhan.

Atas dasar visum tersebut, istri korban membuat pengaduan ke Mapolsek Medan Kota dengan nomor STTPL/104/K/III/2021/SPKT/SEK.MEDAN KOTA pada Minggu 7 Maret 2021 lalu kasusnya diambil alih Reskrim Polrestabes Medan.

Pelaku Bezi Sokhi Zalukhu dan Aper Seven Zalukhu ditangkap di kamar kos-kosannya oleh Polsek Medan Kota, Minggu (7/3/2021) sedangkan FZ ditangkap sekitar sore harinya pada hari yang sama.

Di tempat terpisah, tersangka FZ saat ditanyai wartawan disela rekonstruksi mengatakan, “Aper Seven Zalukhu yang mendesak aku bang, katanya gak ada orang Nias yang penakut, makanya aku yang pertama yang memukul,” katanya.

Diperoleh lagi informasi lebih dalam, para pelaku sebelum hari H eksekusi (Minggu 7 Maret 2021, sekira Pukul 22.00 WIB), ketiga tersangka terlebih dahulu membuat rencana pada hari Senin 1 Maret 2021, dan pertemuan kedua pada Jumat 5 Maret 2021. Motifnya, para tersangka mengaku telat membayar sewa kos yang sudah dua bulan dan akibatnya dimintai korban untuk membayar. Selain itu, para tersangka juga diketahui kerap membuat bising dengan bernyanyi sambil bergitar di kamar kosnya dan tak terima ditegur korban.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Update Covid-19 di Samosir 9 Desember 2020 : Nihil Penambahan Kasus Baru dan Sembuh, Konfirmasi Positif Tetap 10 Orang, Kumulatif 59 Orang

Berita

Kapolres Psp Akui Salah-seorang Anggota Positif Covid-19 Justru Walikota Yang Digugat

Berita

Perayaan Nataru Di Tapsel Wajib Kita Jaga Kamtibmas Yang Aman Dan Kondusif

Berita

Pesawat Jatuh Di Rumah Tetangga, Korban Dilarikan Ke Rumah Sakit

Berita

Bagaimana Jika Dunia Tidak Memiliki Perbedaan Waktu? Begini Penjelasan Ahli

Berita

Sekda Tinjau Kesiapan Kondisi Rumah Dinas Bupati Dan Wakil Bupati Tapsel

Berita

Wakil Walikota Siantar Lepas Distribusi Logistik Pilkada

Berita

Anies Pajang Becak Listrik dari Putra Amien Rais di Balai Kota