kompasnasional.comPebalap Tech 3 Racing, Remy Gardner, menganggap Dimas Ekky Pratama sebagai pebalap yang lambat setelah keduanya bertabrakan pada balapan Moto2 GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (29/10).

Gardner menabrak Dimas Ekky di tikungan sembilan pada lap kedua balapan GP Malaysia. Dimas Ekky pun gagal finis di penampilan debut di Moto2 bersama tim Gresini Racing.

Dalam keterangan resmi di situs Tech 3 Racing, Gardner tidak merasa bersalah setelah menabrak Dimas Ekky. Gardner justru menganggap pebalap Indonesia sebagai penyebab kecelakaan karena terlalu lambat ketika memasuki tikungan sembilan.

“Akhir yang buruk untuk akhir pekan yang menantang. Saya memulai balapan dengan bagus, dan dalam dua lap saya berhasil dari posisi 25 ke posisi 11. Semuanya terlihat positif,” ujar Gardner.

Dimas Ekky gagal finis pada debut di ajang Moto2.Dimas Ekky gagal finis pada debut di ajang Moto2. (CNNIndonesia/ Putra Permata Tegar)

“Kemudian ada pebalap lainnya di depan saya, dan saya meremehkan kondisi betapa lambatnya dia (Dimas Ekky). Saya berpikir dia tahu saya ada di belakangnya sebelum masuk tikungan, tapi kemudian dia menghalangi hidung saya, kami bersentuhan dan jatuh,” sambungnya.

Atas komentarnya tersebut, Gardner mendapat cemoohan dari netizen Indonesia melalui Instagram. Pebalap asal Australia itu dihujat karena menghancurkan debut Dimas Ekky di Moto2.

Dimas Ekky sempat tampil impresif di awal-awal lap Moto2 GP Malaysia.Dimas Ekky sempat tampil impresif di awal-awal lap Moto2 GP Malaysia. (CNNIndonesia/ Putra Permata Tegar)

Menariknya, bukan hanya Gardner yang menganggap Dimas Ekky sebagai pebalap yang lambat. Direktur Pelaksana Tech 3, Herve Poncharal, juga menganggap Dimas Ekky sebagai pebalap yang lambat.

“Sayangnya, ketika Gardner bersaing dengan pebalap sepuluh besar, ada seorang pebalap di depannya dan Gardner tidak menyangka dia terlalu lambat hingga akhirnya kecelakaan. Sangat disayangkan, tapi dia tidak cedera,” ucap Poncharal (cnn|dwk)