Home / Politik

Sabtu, 24 Juli 2021 - 14:26 WIB

Respons Keras Aktivis ’98 Soal ‘Jokowi End Game’: Dalang Aksi Ini Tak Punya Empati…

51 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Kompasnasional l Ajakan aksi turun ke jalan tanggal 24 Juli ditanggapi keras kelompok aktivis 98. Para aktivis prodemokrasi senior tersebut menilai sebaran meme Jokowi End Games adalah provokasi murahan.

Ketua Ikatan Aktivis 98 Imanuel Ebenezer mengatakan, rencana aksi turun ke jalan itu ditunggangi elite politik tukang peras dan fasis yang selalu memanfaatkan wabah pandemik.

“Kami meyakini kelompok yang sama memanfaatkan wabah pandemik untuk berkuasa kembali,” kata Noel.

Pentolan sukarelawan Jokowi ini meyakini bahwa meme tersebut dibuat oleh orang yang melek dengan propaganda dan provokasi. Targetnya memengaruhi masyarakat agar mau turun ke jalan.

“Padahal aksi demo ini jika benar terjadi akan berdampak besar pada peningkatan Covid-19. Dalang aksi ini tak punya empati pada penderitaan rakyat dan yang kita khawatirkan adalah perlawanan balik 86 juta pendukung jokowi yang tidak rela pemimpinnya diganggu oleh para elite yang suka memeras,” kata Noel.

Baca Juga  Temui Langsung Surya Paloh, Jokowi Disebut Memohon agar Adik Iparnya Tak Direkomendasikan di Pilkada

Dalam poster yang tersebar, para pengemudi ojek online beserta masyarakat diharapkan turun ke lapangan untuk menolak penerapan PPKM. Massa akan melakukan long march dari Glodok menuju Istana Negara.

Noel sendiri sudah berkomunikasi dengan komunitas driver online. Tidak ada satu pun dari mereka yang berencana turun ke jalan. “Para Ojol ini sendiri kaget atas propaganda itu. Makanya, saya sebut penyebar meme 24 Juli adalah kelompok monster yang lucu. Dan, jelas ini punya dalang. Mereka ini selalu berencana mengorbankan rakyat untuk syahwat kekuasaanya,” tegas dia lagi.

Baca Juga  Polisi Tolak Laporan Kubu Moeldoko Terhadap Andi Mallarangeng

Noel mengungkapkan, ada 3 kelompok yang berniat untuk aksi menolak PPKM ini. Pertama, dalang aksi yang berasal dari elite politik yang coba menaikkan rating kelompoknya. Kedua, kelompok kriminal yang akan siap sedia mengambil untung jika terjadi kekacauan.

“Ketiga adalah kelompok dan komunitas rakyat yang mudah terhasut dengan sebaran meme hoax. Untuk yang ketiga kami harapkan tetap di rumah dan berpikir jernih demi keluarga,” tandas Noel.(WE/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Jokowi Gelar Rapat Kabinet Tatap Muka Perdana di Istana Hari Ini

Politik

Humor Gus Dur: Mengaku Keturunan Tionghoa

Politik

Baleg: Tidak Ada Pembahasan Lebih Lanjut Soal RUU HIP

Berita

Gus Irawan Pasaribu Apresiasi Program Asner-Susanti

Politik

PDIP Ingin Pilkada Serentak Digelar 2024, Pengamat: Anies Kehilangan Panggung

Politik

Fadli Zon Dilaporkan, Ferdinand: Kalau Polri Tindak Lanjuti akan Banyak Fakta Terbuka

Politik

Unggah Video Rizieq Bicara Penggal Kepala, Jimly: Ceramah Penuh Kebencian

Politik

Jadi ‘Kutu Loncat’, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub