Home / Internasional

Minggu, 14 Juni 2020 - 16:56 WIB

Salut! Inggris Berani Berseberangan dengan Amerika dalam Isu Ini

102 Views
Terakhir Dibaca:41 Detik

Kompasnasional | Pemerintah Inggris terang-terangan mengambil sikap berseberangan dengan Amerika Serikat terkait Mahkamah Pidana Internasional. Seperti diketahui, AS telah menjatuhkan sanksi kepada ICC karena lembaga tersebut menyelidiki kejahatan perang di Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan bahwa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) harus dapat bekerja secara independen, tanpa takut akan sanksi.

Baca Juga  Takut Ditembak Mati Terkait Narkoba, Puluhan Pejabat Filipina Serahkan Diri

“Inggris sangat mendukung Mahkamah Pidana Internasional dalam menangani impunitas bagi kejahatan internasional paling buruk,” kata Raab, Sabtu (13/6).

“Kami akan terus mendukung reformasi positif mahkamah tersebut, sehingga pihaknya beroperasi seefektif mungkin. Pegawai ICC harusnya dapat menjalankan tugas mereka secara independen dan tanpa memihak, serta jangan takut dengan sanksi.”

Baca Juga  Prabowo Berpose Bersama Menhan China di Sela Parade Militer Rusia

Presiden Donald Trump pada Kamis (11/6) menjatuhkan sanksi ekonomi dan larangan perjalanan bagi sejumlah pegawai ICC. Sanksi tersebut menyasar personel yang terlibat dalam penyelidikan terhadap pasukan Amerika terkait dugaan kejahatan perang di Afghanistan. (JPNN/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Biadab! Ini Video Muslim Palestina Sholat Ditendang Polisi Israel, Tiga Tewas

Berita

Viral Video Power Bank Terbakar di Pesawat

Berita

Iran penjarakan mata-mata yang bocorkan program nuklir ke AS dan Eropa

Berita

iPhone Anda bisa diretas?

Berita

DPP DJM 1 Kali Lagi Lantik DPW Sulawesi Utara

Internasional

Prabowo Berpose Bersama Menhan China di Sela Parade Militer Rusia

Berita

Gagal Cegat Pengiriman Narkoba, Duterte Pecat Kepala Bea Cukainya

Berita

Negara Luar Angkasa Asgardia Bisa Tampung hingga 1,5 Juta Jiwa