kompasnasional.com – Bank Indonesia (BI) menjelaskan rencana pembagian kartu uang elektronik atau e-money di gerbang tol yang akan dilakukan pada Senin (16/10). Menurutnya, rencana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan perbankan ini bukan memberikan secara gratis, namun memberikan diskon 100 persen kepada para pengguna jalan tol.

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo mengatakan program ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya yaitu pemberian diskon 50 persen kepada pengguna jalan tol yang ingin membeli e-money di gerbang tol.

“Sejak 17 Agustus sampai September 2017, BUJT dan perbankan memberikan diskon 50 persen kepada pengguna jalan tol. Misalnya, harga kartu e-money sebesar Rp 20.000 tanpa saldo, maka sekarang harganya Rp 10.000,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/10).

Dia melanjutkan program ini dilanjutkan kembali oleh BUJT dan perbankan guna mendukung penerapan pembayaran non tunai di jalan tol. Diskon yang diberikan pun meningkat menjadi 100 persen.

“Jadi, sekarang pengguna jalan tol membeli e-money Rp 50.000, maka mendapatkan saldo Rp 50.000 juga. Sebelumnya, hanya mendapatkan Rp 40.000 karena dipotong 50 persen dari harga kartu. Rp 10.000 dari BUJT dan Rp 10.000 dari perbankan. Itu tidak diberikan secara gratis tapi dijual dan dibeli pengguna jalan tol,” jelasnya.

BI pun mengapresiasi potongan harga ini diberikan BUJT dan perbankan untuk mendukung penerapan non tunai di gerbang tol. Dia berharap hingga 31 Oktober 2017, pengguna jalan tol sudah 100 persen menggunakan uang elektronik.

“Hal ini membantu masyarakat dan penyebaran e-money. Sampai sekarang, penggunaan non tunai di jalan tol sudah mencapai 86 persen di Jabodetabek dan 78 persen di nasional,” kata Pungky (mdk|dwk)