Home / Ekonomi / Nasional / Reviews

Rabu, 18 Januari 2017 - 14:39 WIB

Sri Mulyani Tetap Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2017 Capai 5 Persen

219 Views
Terakhir Dibaca:51 Detik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2017 akan mencapai 5 persen, lebih tinggi bila dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, meskipun tahun ini masih ada pemotongan anggaran.

“Untuk Indonesia pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5 persen, di mana diasumsikan kuartal IV kita akan tumbuh minimal 4,7 persen,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/1).

Dia menambahkan, hal tersebut dikarenakan konsumsi rumah tangga masyarakat yang masih tumbuh stabil, seiring dengan inflasi yang terkendali sebesar 3,02 persen.

“Selain konsumsi rumah tangga, faktor tersebut juga didukung oleh investasi swasta. Investasi memang tumbuh lambat karena ada tekanan di perbankan,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga meyakini bahwa penghematan anggaran pada pertengahan tahun 2016 tidak akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Meski belanja pemerintah menjadi kurang optimal, namun hal tersebut memberikan kepastian dalam berinvestasi bagi investor swasta.

“Tapi dengan pengurangan belanja, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan masih bisa lebih besar dari 2016. Ini gambaran pemotongan dilakukan secara efektif, dan tidak berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” pungkas Sri Mulyani (mdk|dwk)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Cerita Dua Brigadir Berani Hentikan Mobil Jendral Polisi

Share :

Baca Juga

Berita

JR Saragih Akhirnya Penuhi Panggilan Gakkumdu

Berita

Diduga Limbah Medis B3 RS Meluap dari Saluran Pipa Air Limbah PDAM Tirtanadiā€ Warga dan Pengguna Jalan Resah

Berita

Ayah Sonya Depari Meningal Dunia

Hiburan

Ayu Ting Ting Tiru Gaya Thalia, Ratu Telenovela Asal Meksiko

Berita

Pemuda Pancasila Tersinggung, Kalender Logo Palu Arit Beredar

Berita

Sidang PK Ahok Digelar Secara Terbuka

Berita

Muncul Virus Baru di China Selain COVID-19, Membunuh Hitungan Jam

Berita

Capai 350 Persen, Siantar Terbaik Pertama Sesumut Pelayanan Sejuta Akseptor KB