Home / Politik

Senin, 27 Juli 2020 - 16:25 WIB

Temui Langsung Surya Paloh, Jokowi Disebut Memohon agar Adik Iparnya Tak Direkomendasikan di Pilkada

271 Views
Terakhir Dibaca:2 Menit, 1 Detik

Kompasnasional | Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar saudara iparnya, Wahyu Purwanto tidak direkomendasikan di Pilkada 2020.

Bahkan, Jokowi disebut menemui langsung Surya Paloh, dan memohon dengan sangat terkait hal ini.

Diketahui, Wahyu Purwanto digadang bakal maju di Pilkada Gunungkidul 2020.

Kiprah politik Wahyu Purwanto dimulai saat maju menjadi calon wakil bupati mendampingi Subardi yang merupakan seorang pengusaha dalam Pilkada 2015 lalu.

Saat itu, Wahyu yang diusung Gerindra, PKS, Demokrat, dan PKB kalah dengan pasangan Badingah-Immawan Wahyudi.

Wahyu ketika itu masih menjadi rektor Universitas Gunungkidul.

Kemudian tahun 2020 ini, Wahyu berniat maju bupati mendaftar ke Partai Nasdem bersama 9 orang lainnya.

Untuk memuluskan jalannya dalam dunia politik, Wahyu masuk sebagai dewan Pakar DPW Nasdem Daerah Istimewa Yogyakatrta (DIY).

Bahkan adik ipar Jokowi itu sudah memiliki relawan yang diberi nama ‘Ponco Manggolo’ yang diklaimnya sampai tingkat Padukuhan.

Baca Juga  Jadi Figur yang Terzalimi, Achmad Purnomo Diusung PKS Lawan Gibran

“Kita sudah berjalan hampir 1 tahun bersama menjelajah kabupaten Gunungkidul, tidak terasa 144 desa sudah dijelajahi bersama,” ucap Wahyu saat berpamitan kepada relawan Minggu (26/7/2020).

Selama setahun terakhir, Wahyu sering kali memperkenalkan diri kepada masyarakat untuk maju dalam pilkada bersama ratusan relawan.

Namun demikian, menurut Wahyu, dirinya tidak bisa menghindari kenyataan jika perjalanan panjang itu harus terhenti.

“Minggu kemarin sesuai dengan arahan bapak Joko Widodo dan Bapak Surya Paloh, dan tentu kita semua mengenal kedua tokoh ini tokoh nasional yang pasti sangat berpengalaman,” ucap Wahyu.

“Beliau berdua mengarahkan perjalanan politik satu tahun ini diarahkan ke bidang sosial, saya meyakini beliau berdua memiliki pengalaman yang luas tentu memiliki wacana yang saya sendiri belum bisa menjangkaunya,” sambungnya.

Hal itu dibenarkan Ketua DPW Nasdem DIY Subardi dihadapan relawan Wahyu Purwanto.

Menurut Bardi, perpindahan dari politik ke sosial atas permintaan keluarga itu bukan isapan jempol atau isu semata.

Baca Juga  Peneliti UGM: Klaim Kesatuan Islam-Minang, Instrumen Politik

“Ini keinginan Pak Jokowi bukan hanya sekadar bualan.”

“Pak Jokowi menemui langsung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum (Partai Nasdem) mengharap dengan sangat, memohon dengan sangat agar Pak Wahyu jangan direkomendasikan, jangan dijadikan di politik, karena dikeluarga butuh untuk kegiatan sosial,” kata Subardi.

Selanjutnya, Subardi mengaku dipanggil Surya paloh dan diberitahu mengenai hal itu.

Dia pun berharap mengikuti arahan Jokowi sebagai seorang negarawan.

“Pak Wahyu juga demikian, bagian dari keluarga Pak Jokowi diperlukan di bidang sosial.”

“Perjuangan, ibadah tidak harus di dunai politik, tetapi juga didunia sosial, agar lebih punya manfaat terhadap bangsa dan negara,” imbuh pria yang akrab dipanggil Mbah Bardi itu.

Dia menambahkan, meski kenyataannya pahit, Wahyu akhirnya menerimanya dengan jiwa kenegarawanan yang kuat dan lapang dada. (TW/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Teddy : Mendadak Pancasilais tapi Hizbut Tahrir

Politik

Bobby Nasution Mampu Atasi Dua Tantangan Besar di Medan

Politik

Amien Rais Menyoroti Kemarahan Jokowi, Langsung Disikat Ruhut Sitompul

Berita

Filosofi Menanam Padi “Mundur untuk Maju” Ir Asner Silalahi Mundur dari Kementerian PUPR untuk Maju Jadi Walikota Siantar

Politik

Mas AHY, Anda Nggak Pantas Jadi Ketum Demokrat, Marzuki Alie Bilang yang Cocok Banget Mas Ibas

Politik

Pemuda Muhammadiyah Minta Pembakar Bendera PDIP Diusut Tuntas

Politik

Harapan politisi senior Partai Demokrat terkait figur kepemimpinan partai

Politik

Benny Harman Bela Mbak You, Muannas Alaidid Singgung SBY: Tuhan Tidak Suka