Home / Berita

Sabtu, 23 Mei 2020 - 10:35 WIB

Terkait Penanggulangan Dampak Pandemi Virus Corona Pemerintah Diharap Tingkatkan Bantuan Kepada KPM BPNT

47 Views
Terakhir Dibaca:4 Menit, 15 Detik

Samosir, Kompasnasional

Pemerintah diharapkan dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan nilai bantuan sosial terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dalam jangka waktu tertentu terkait penanggulangan dampak pandemi Virus Corona.

 Harapan tersebut diutarakan sumber-sumber kompasnasional.com di Samosir baru-baru ini. Antara lain salah seorang Kepala Desa di Kabupaten Samosir.  Onasis Sitinjak, yang adalah Kepala Desa Sitinjak, Kecamatan Onan Runggu, kepada kompasnasional.com pada Jumat (22/5) menuturkan, dirinya berharap warga penerima BPNT dapat ditingkatkan nilai penerimaan bantuannya khususnya pada masa penanggulangan dampak pandemi Covid-19.  

 Kata Onasis, harapannya tersebut sudah pernah disampaikan kepada pihak pemerintah atasan dengan mengusulkan warga penerima BPNT di desanya agar dapat didetapkan juga sebagai penerima BLT Desa. “Saya sudah mencoba usulkan ke pemerintah atasan agar penerima BPNT dapat juga sebagai penerima BLT Desa terkait penanggulangan dampak Pandemi Virus Corona.” Terang Onasis. 

 Dimana pada kesempatan penyerahan rekapitulasi lanjutan calon penerima BLT desa baru-baru ini, Onasis mengaku telah mengajukan daftar 35 penerima BPNT di desanya agar dapat menjadi penerima BLT Desa, namun hal tersebut tidak direstui pemerintah atasan di tingkat kecamatan. “Saya sudah usulkan, tetapi di Kecamatan dipastikan penerima BPNT tidak dapat menerima BLT Desa,” tuturnya.   

Onasis menjelaskan, saat ini warga desanya penerima bansos BPNT ada sebanyak 53 KK, tetapi dari sebanyak 53 KK penerima bansos BPNT tersebut diantaranya sebanyak 18 KK juga ada penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH). Maka warga (KK) yang hanya penerima bansos BPNT di desanya kata Onasis ada sebanyak 35 KK.

 Sumber lainnya, Abu Raja Parhusip, seorang warga Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir kepada kompasnasional.com beberapa hari lalu juga menuturkan harapannya agar Pemerintah dapat menambah nilai bantuan sosial terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). “Kita berharap Pemerintah mempertimbangkan untuk menambah nilai penerimaan bantuan sosial kepada penerima Rastra (penerima BPNT.red) di musim Corona ini.” Kata pria yang juga merupakan salah seorang penerima BPNT ini

Baca Juga  Pastikan Bukan karena Bom, Polisi Selidiki Atap Roboh BEI

Hal itu dikemukakan Abu Raja berkenaan dengan bergulirnya penyaluran bantuan sosial berupa bantuan Sosial Tunai (BST) atau BLT terkait dampak pandemi Virus Corona yang besarannya Rp 600 ribu per-bulan untuk jangka waktu tertentu. 

 Dimana menurutnya bantuan secara non tunai BPNT yang senilainya Rp 200 ribu per-bulan saat ini lumrah jika ditingkatkan hingga sebanding dengan nilai bansos atau BLT terkait penanganan dampak pandemi Virus Corona, yakni Rp 600 ribu per-bulan. “Harapan kita bantuan kepada penerima Rastra itu nilainya dapat sebanding dengan bansos atau BLT itu.” harapnya.

 Beberapa waktu lalu pada proses pendataan penerima bansos (BST), oleh pihak Kemensos mengisyaratkan penerima BPNT adalah yang dikecualikan (bukan sebagai sasaran BST), termasuk yang dikecualikan lainnya adalah warga penerima bantuan PKH, Kartu Sembako, Paket Sembako dan Kartu Prakerja.   

Informasi dari berbagai sumber, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan salah satu jenis bansos yang diberikan diberikan Pemerintah untuk memenuhi dan menjamin kebutuhan dasar serta meningkatkan taraf hidup penerima. Dimana Program-program Bansos untuk Rakyat mencakup Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sebelum ini lazim disebut Bansos Rastra (beras sejahtera).

Baca Juga  Mematahkan Asumsi Ahli IT ITB Dikeroyok Terkait Kasus Rizieq

 Semula Bansos BPNT  yang digulir tahun 2017 nilainya Rp 110.000,-/bulan/KPM, disalurkan kepada penerima secara non tunai melalui Kartu Keluarga Sejahtera untuk dibelanjakan bahan makanan pokok beras dan atau telur melalui e-Warung atau agen atau kios yang ditunjuk.

 Pada tahun 2020 nilai BPNT per-KPM (per-KK) dinaikkan oleh Pemerintah menjadi Rp 150 ribu. Penyaluran BPNT senilai Rp 150 sempat berlangsung pada Januari dan Februari 2020, namun nilai Rp150 ribu per KK per bulan tersebut kemudian ditingkatkan oleh Pemerintah lagi menjadi Rp 200 ribu di Maret-Agustus 2020 berkaitan dengan penanggulangan dampak pandemi Virus Corona. 

 Informasi yang dihimpun kompasnasional.com, dinamika rekapitulasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terkait penanggulangan dampak pandemi Virus Corana, Pemkab Samosir telah melakukan pendataan dan rekapitulasi, serta melalaui Dinas Sosial telah melaksanakan entri data atas sebanyak 18. 018 KK masyarakat sasaran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang selanjutnya telah diproses penyalurannya sejak Jumat (8/5). 

 Hanya saja dalam perkembangannya masih ada sejumlah warga (KK) di Samosir yang memenuhi kriteria sebagai sasaran BST tidak terakomodir dalam daftar penerima, sehingga Pemkab Samosir melakukan pendataan ulang atau lanjutanb terhadap masyarakat (KK) yang selanjutnya diberikan bantuan yang sama yang bersumber dari Dana Desa dan APBD, senilai Rp 600 per-bulan per-KK dengan target 3 (tiga) bulan April, Mei Juni 2020.

 Dalam proses pendataan ulang sasaran penerima bantuan, Pemkab Samosir mengisyratkan kriteria yang lebih melegakan, secara umum warga (KK) termasuk yang berpenghasilan tetap dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) seluruhnya termasuk dalam kategori memenuhi syarat sebagai penerima bantuan, yang dikecualikan (yang tidak menjadi sasaran penerima) hanya PNS dan dan warga yang berpenghasilan  di atas UMK yakni Rp 2.648.577.

Hal tersebut pula menimbulkan adanya kesan senjang terhadap nilai bantuan yang diterima oleh sasaran BPNT dalam konteks penggelontoran bantuan terkait penanggulangan pandemi Covid19. Sehingga mengemuka harapan agar Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan nilai bantuan terkait penanggulangan dampak pandemi Covid-19 khususnya kepada warga (KK) yang merupakan hanya penerima bansos BPNT. (mangapul sinaga)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Salut Pada Keputusan Jhoni Allen Marbun MM Dukung Jokowi-Maruf

Berita

KPK Tangkap 5 Orang di Blitar dan Tulungagung, Sita Uang Rp2 Miliar

Berita

Ramadan, Hacker Muslim Serang Situs Wanita Panggilan

Berita

Sebanyak 6.616 Jamaah Haji Indonesia Sudah Berada di Mekah,8 Dikakabrkan Meninggal Dunia

Berita

Polisi Masih Selidiki Pencurian Uang Rp 390 di ATM

Berita

Relawan DJM 1 Kali Lagi Dideklarasikan

Berita

Gubsu Edy-Ijeck Dilantik Bersama Gubernur Terpilih Lainnya

Berita

Tangis Ibu Pengamen Salah Tangkap Usai Praperadilan Ditolak: Tak Adil