Home / Ekonomi

Rabu, 1 Juli 2020 - 15:49 WIB

Tumbuhan Porang, Jadi Komoditas Ekspor Unggulan Asal Sumut

209 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

Kompasnasional | Tumbuhan liar Porang (Amorphophallus oncophyllus). menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan asal sumut yang akan dikirim ketiga negara, China, Thailand, dan Vietnam.

Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul mengatakan, sinergisitas dengan berbagai pihak dilakukan sejak tahun lalu.

Di mana, dari data pada sistem perkarantinaan IQFAST di Karantina Pertanian Belawan tercatat fasilitasi ekspor ketiga negara selama periode semester I/2020 tercatat 362 ton dengan nilai barang Rp 7,2 milyar.

Sementara pada periode yang sama tahun lalu hanya berhasil membukukan 8,8 ton dengan nilai barang Rp 93 juta dan dengan tujuan ekspor China saja.

“Alhamdulillah telah membuahkan hasil meningkatnya volumenya dan tujuan negara ekspor untuk komoditas porang Sibolga ini,” ucap Hasrul, Rabu (24/6/2020).

Hasrul menjelaskan, porang biasa disebut Atturbung di daerahnya memiliki keunggulan dengan ukurannya yang besar.

Rata-rata memiliki berat hingga 50-100 kilogram dan inilah yang menjadi daya tarik bagi para importir asal tiga negara tersebut, ukurannya yang raksasa.

Baca Juga  ESDM kaji usulan BPH Migas beri Rp 1 triliun ke Pertamina

Selain itu, menurut Hasrul bahwa porang memiliki serat yang tinggi dan mengandung kandungan glukoma.

“Kini setelah ekspor berjalan, komoditas raksasa ini sangat diminati industri pengolahan makanan di negara tujuan, selain bentuknya yang besar juga karena memiliki serat yang tinggi dan kandungan glukomanya hingga 45 sampai 50 persen,” ucap Hasrul.

Sementara itu, Hilirasasi Produk Pertanian Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil secara terpisah menyebutkan, sejalan dengan gerakan tigakali lipat ekspor (Gratieks) yang digagas oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, pihaknya selaku fasilitator pertanian di perdagangan internasional melakukan sinergisitas dengan berbagai pihak.

“Harapannya akan dapat bertumbuh ragam komoditas baru yang menjadi unggulan ekspor daerah dan menjadi sentra berbentuk kawasan,” ujarnya.

Ali mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan dengan skema wanatani atau agrogorestri dapat menjadi pilihan untuk budidaya porang yang banyak tumbuh di area kehutanan.

Baca Juga  LBH Medan Terima 4 Pengaduan,Soal THR Yang Tidak Di Keluarkan Perusahaan

Juga untuk komoditas unggulan dari Tapanuli Tengah lainnya yang sudah masuk pasar ekspor seperti pinang, kayu manis dan kayu lapis, pengembangan dalam bentuk kawasan perlu terus didorong.

“Hal ini untuk memudahkan dalam pengembangan pertanian skala industri. Agar dapat terjaga baik dalam jumlah produksi, mutu dan kontinuitasnga, sehingga sukses di pasar global,” ungkapnya.

Saat ini Kementan terus membenahi iklim invetasi pertanian yakni dengan deregulasi dan penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

“Ke depan, jangan lagi porang ini kita ekspor dalam bentuk mentah. Agar bisa bernilai tambah dorong hilirisasi agar ekspornya dalam bentuk ramen dan tepung, minimal setengah jadi,” ucap Al.(TM/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Bank Mandiri ‘Amankan’ Rp 7,37 Triliun Dana Tax Amnesty

Ekonomi

Ultimate Winter Driving Tips

Ekonomi

Harga Rkok Naik, Edies Adelia Minta Para Pria Agar Tidak Heboh
Ekspor Karet di Sumut Turun Lima Persen-kompasnasional

Ekonomi

Ekspor Karet di Sumut Turun Lima Persen

Berita

Bos First Travel Minta Waktu 6 Bulan Usai Musim Haji untuk Berangkatkan Jemaah

Ekonomi

Digugat PKPU, ini tanggapan ACE Hardware (ACES)

Berita

Miris, Buruh di Pabrik Milik Orang Korea Dapat THR Cuma Rp 8 Ribu

Berita

Menkeu Sri Mulyani janjikan jaga APBN 2018 dari pemborosan dan korupsi