Home / Politik

Rabu, 18 November 2020 - 16:39 WIB

Unggah Video Rizieq Bicara Penggal Kepala, Jimly: Ceramah Penuh Kebencian

3167 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

Kompasnasional | Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengomentari soal rekaman video Habib Rizieq Shihab karena dianggap menyebarkan kebencian.

Dalam rekaman video yang diunggah melalui akun Twitter @JimlyAs pada Rabu (18/11/2020), tampak Habib Rizieq sedang berceramah. Di depan para jemaah, Rizieq meminta agar pelaku-pelaku yang menghina Islam hingga ulama diproses oleh aparat kepolisian. Jika tidak, Rizieq mengancam akan ada pemenggalan seperti yang terjadi di Prancis.

“Kepada pemerintah khususnya kepolisian kita kasih tahu kalau enggak mau terjadi peristiwa di Prancis, penghinaan nabi dipenggal, saudara, tolong kalau ada laporan penista-penista agama proses dong, betul?,” kata Rizieq.

Baca Juga  PKB Ungkap Faksi-Faksi di Sekitar Presiden yang Ingin Rebut Kekuasaan, tapi Tak sampai Kudeta

Pemenggalan yang dimaksud terjadi kepada seorang guru di Prancis bernama Samuel Paty pada Oktober 2020. Kepalanya dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya.

Rizieq ingin agar pihak kepolisian mau memproses orang-orang yang telah menghina nabi, Islam dan ulama. Kalau tidak, ia mengancam tragedi pemenggalan kepala seperti yang terjadi di Prancis akan dilakukan di Indonesia.

Yang menghina nabi, menghina Islam, menghina ulama, proses, betul? kalau tidak diproses jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya ditemukan di jalanan. Takbir! Takbir!,” ucapnya

Baca Juga  Lima Jenderal TNI 'Adu Kuat' Nyapres 2024, Siapa Unggul?

“Siap bela nabi? Siap bela nabi? Siap mati untuk rasulullah? Takbir!,” teriak Rizieq di depan para pengikutnya.

Jimly pun mengomentari isi ceramah Rizieq tersebut. Menurutnya ceramah Rizieq mengandung unsur kebencian dan permusuhan. Ia menganggap aparat keamanan bakal menindaknya.

“Ini contoh ceramah yang bersifat menantang dan berisi penuh kebencian dan permusuhan yang bagi aparat pasti harus ditindak,” kata Jimly.

“Jika dibiarkan provokasinya bisa meluas dan melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atasnamakan dakwah yang mesti dengan hikmah dan mau’zhoh hasanah,” tambahnya. (SJI/Red)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
89 %
Surprise
Surprise
11 %

Share :

Baca Juga

Berita

Pilkada Pematangsiantar 2020 Calon Tunggal, PASTI Unggul Telak dari KOKO

Politik

Inilah 4 Kelompok yang Ingin Menjatuhkan Pemerintahan Jokowi, Di Antaranya yang Haus Kekuasaan

Politik

Fraksi PDIP Sebut Anies Ingkar Janji Izinkan Reklamasi di Ancol

Politik

Resmi Dukung Gibran, PAN Buat PKS Gigit Jari di Solo

Politik

KPU Harap Tambahan Anggaran Pilkada Segera Terealisasi

Politik

Karir Politik Gus Ipul: Menteri, Wakil Gubernur, Wali Kota

Politik

Lolos Parlemen Saja Belum, Partai Berkarya Sudah Kisruh

Politik

Ma’ruf Amin: Pilkada Tetap Lanjut untuk Penuhi Hak Konstitusi Rakyat