Home / Berita / Daerah / Ekonomi / Kesehatan / Medan / Reviews

Senin, 10 September 2018 - 12:22 WIB

Wali Kota Diminta Evaluasi atas Pelayanan Puskemas di Medan yang Dikeluhkan Pasien BPJS

Perwakilan puskesmas di Medan melakukan pertemuan dengan Komisi B DPRD Medan.

Perwakilan puskesmas di Medan melakukan pertemuan dengan Komisi B DPRD Medan.

102 Views
Terakhir Dibaca:1 Menit, 43 Detik

KompasNasioanl.com,Medan – Pelayanan medis pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) Kota Medan dikeluhkan pasien BPJS Kesehatan yang ingin mendapatkan pelayanan medis.

Sebab, petugas medis di puskemas mulai dari dokter hingga perawat kurang profesional dalam melayani masyarakat yang terdaftar sebagai pasien BPJS Kesehatan.

Ketua Komisi B DPRD Medan Rajudin Sagala mengungkapkan, pihaknya banyak menerima pengaduan masyarakat peserta BPJS Kesehatan terkait buruknya pelayanan petugas puskesmas. Untuk itu, diminta melakukan perbaikan pelayanan dan upaya peningkatan disiplin kerja bagi petugas puskesmas ke depannya.

“Kami ada menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat terkait buruknya pelayanan di Puskesmas Simalingkar, Sei Agul, Teladan dan Polonia. Keluhannya, seperti petugas dokter tidak di tempat sehingga memperlambat rujukan,” ungkap Rajuddin baru-baru ini.

Tak hanya itu, keluhan lainnya dokter belum datang dan sudah pulang selalu dikeluhkan peserta BPJS hingga membayar obat serta petugas tidak bersahabat.

Baca Juga  Organ Tubuh yang Belum Pulih Meski Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Oleh karena itu, apabila tidak ada perubahan pelayanan medis yang dilakukan pihak puskemas maka diminta kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin untuk mengevaluasi.

“Petugas di puskemas harus mampu meningkatkan pelayanan bagi pasien BPJS. Sebab, selain petugas menerima gaji dan tunjangan, mereka juga menerima dana kapitasi (pembayaran jasa pelayanan) dari pihak BPJS Kesehatan yang cukup besar,” sebut Rajuddin.

Sementara, menanggapi keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan, Kepala Puskesmas Teladan Medan dr Kus Fuji Astuti mengaku akan menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk perbaikan.

“Masukan dari masyarakat yang disampaikan ke DPRD Medan akan menjadi bahan pembinaan kami kepada seluruh petugas untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan,” katanya.

Baca Juga  Dimasa Pandemi dengan Prokes Ketat, GMKI P-S Melalui LDK Lahirkan Kader yang Berjiwa Pemimpin

Ia mengaku, pihaknya akan terus berbenah melakukan perbaikan pelayanan. Sebab, puskesmas mempunyai kewajiban untuk melayani pasien sesuai kompetensinya.

“Rujukan pasien BPJS ke rumah sakit diberikan atas indikasi medis bukan karena permintaan pasien. Jadi, pasien harus datang ke puskesmas dan diperiksa terlebih dulu,” ujarnya.

Disebutkan Astuti, jika pasien BPJS yang seharusnya dapat ditangani di puskesmas namun dirujuk ke rumah sakit maka akan terjadi peningkatan biaya dan penumpukan pasien. Sehingga, terjadi antrian yang membludak di rumah sakit.

“Kepada masyarakat sangat diharapkan dapat lebih memahami bahwa rujukan yang diberikan atas indikasi medis. Sedangkan terkait rujukan online saat ini ada perubahan rayon rumah sakit yang perlu disosialisasikan,” tukasnya.(PJKST/TR)

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Hinaan Bencong Kapolres Blitar Berujung Pengunduran Diri Kasat Sabhara

Berita

Relokasi Warga Bantaran Kali Anyar Masih Terganjal

Berita

Video Viral Pengendara Motor Angkut Jenazah di Boyolali, Ini Penjelasan Polisi

Daerah

KI Provinsi Riau lakukan Visitasi Penilaian berkala ke PPID Kabupaten Kampar

Berita

Presiden Ngevlog Bareng Agnez Mo, Bicara Mimpi Generasi Muda

Berita

Jokowi Akan Umumkan Kenaikan Gaji ke-13 dan THR Lebaran Seluruh PNS

Berita

Idham Azis Kirim Lulusan Taruna Akpol ke Papua: Biar Meriang Orang Tuanya

Internasional

Gadis Ini Jadi Muslimah Pertama Pakai Hijab Di Sekolah Militer AS