Home / Berita

Rabu, 2 Desember 2020 - 20:38 WIB

Wali Kota Minta PDAM Tingkatkan Kualitas Layanan dan Tekan Kebocoran

101 Views
Terakhir Dibaca:2 Menit, 6 Detik

Wawan dan Sasmita Dilantik sebagai Direktur Pelayanan dan Direktur Administrasi Keuangan

PONTIANAK KALBAR – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik dua orang direktur di jajaran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa. Wawan Hari Purnomo A dilantik sebagai Direktur Pelayanan dan Sasmita sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan.

Edi mengatakan, dengan adanya pelantikan ini maka jajaran direksi telah terisi sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru.

“Saya berharap dengan dilantiknya dua direktur ini menjadi semangat di jajaran PDAM dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggannya,” ujarnya usai melantik dua orang direktur di Aula Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Rabu (2/12/2020).

Selain itu, lanjut dia, pembenahan dan upaya pengurangan kebocoran akibat hal teknis seperti pipa-pipa yang sudah tua, perlu adanya penggantian sebagai investasi.

Namun ia tak memungkiri terjadinya kebocoran yang disebabkan pencurian air dengan merusak pipa PDAM oleh oknum

Baca Juga  Walikota Psp Hadiri Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2020 Secara Daring

“Kemudian kebocoran administrasi juga bisa terjadi kalau ada pemborosan,” sebutnya.

Kapasitas produksi PDAM Kota Pontianak saat ini telah mencapai 2.250 liter per detik. Edi menilai, jumlah tersebut sudah mencukupi untuk kapasitas penduduk Pontianak saat sekarang ini.

“Tetapi saya minta jaringan PDAM masih perlu disempurnakan dan diperbaiki,” ungkapnya.

Menurutnya, kualitas air PDAM sampai sekarang masih baik, tergantung musim yang terjadi.

Jika kemarau maka rasanya agak payau, tergantung air baku.

Saat ini masyarakat dimudahkan dalam mendapatkan pelayanan air bersih. Masyarakat cukup mengajukan permohonan sepanjang di lokasinya terdapat pipa tersier.

“Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), maka mereka mendapatkan sambungan gratis,” imbuhnya.

Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Wawan Purnomo A, mengungkapkan, pihaknya akan berupaya melakukan peningkatan percepatan pelayanan, termasuk penanganan gangguan, baik terkait suplai maupun hal-hal lainnya.

“Kami berupaya untuk berinovasi bagaimana pelayanan sambungan baru dipercepat dengan memangkas birokrasi dan penanganan pelayanan lebih cepat,” ucapnya.

Baca Juga  Kebijakan New Normal di Simalungun yang Kontroversi Junimart Girsang; Perlu Dievaluasi Serius

Ia menerangkan, saat ini jumlah pelanggan PDAM mencapai 135 ribu pelanggan. PDAM menargetkan tahun depan akan meningkatkan jumlah pelanggan melalui program MBR. “Melalui permohonan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” terang Wawan.

Dalam upaya menekan angka kebocoran, pihaknya akan membentuk tim reaksi cepat.

Setiap ada persoalan di lapangan yang diterima dari aduan masyarakat maupun melalui kegiatan rutin pengawasan, maka akan ditangani secepatnya. “Sehingga tingkat kebocoran yang terjadi bisa diminimalisir sekecil mungkin,” jelas dia.

Di masa pandemi Covid-19 yang dihadapi saat ini, sambung Wawan, dari sisi kualitas pelayanan dipastikan tidak ada pengurangan. Untuk pelayanan sambungan baru dilakukan secara digitalisasi berbasis teknologi.

Tak terkecuali dalam melakukan survei sambungan baru pun telah memanfaatkan sistem aplikasi.

“Tujuannya untuk mempermudah dan mempercepat permohonan pelayanan dari masyarakat kepada PDAM,” pungkasnya.

Hasnan Sutanto

Oleh:

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dengarkan Wejangan Dari Majelis Tablik Al Islah Saigon Tahanan Polsek Pontianak Timur Pada “Mewek”

Berita

Tak Hadir Diundang Raker, DPRD Samosir Akan Undang Ulang Kepala PLN Unit Pangururan

Berita

Sekolah Inklusi, Komitmen Pemkot Pontianak Wujudkan Ramah Disabilitas

Berita

Jokowi Akan Cek Bantuan Dana Perumahan Korban Gempa Lombok

Berita

Tak Pantas Ketum LSM Main Hajar Orang Pakai Pin Palu Arit

Berita

Proyek Drainase Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Berita

Dampak Pelepasan 7 Kontainer Diduga Berisi Jeruk Mandarin Ilegal oleh pihak KPPBC, Dapat Rugikan Petani Jeruk Dalam Negeri

Berita

Seorang Nelayan Hilang Diseret Buaya